TEMANGGUNG, DMNETWORK – Di hadapan ratusan peserta Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan II Jawa Tengah, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memilih berbicara dari pengalaman hidupnya sebagai anak petani.
Dalam amanat penutupan diklat, Sabtu (4/7/2026), Sudaryono mengenang masa kecilnya ketika membantu orang tua mencari rumput untuk dua ekor sapi peliharaan keluarga.
“Saya ini anak petani. Sejak kecil ikut ngarit karena bapak saya petani,” katanya.
Pengalaman tersebut, menurut Sudaryono, membuat dirinya memahami betul beratnya kehidupan petani. Ia mengatakan hasil panen sering kali belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan keluarga.
“Banyak petani yang ketika selesai tanam harus merantau ke Jakarta menjadi buruh bangunan sambil menunggu musim panen tiba,” ujarnya.
Karena memahami kondisi tersebut, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto, kata Sudaryono, berupaya memenuhi berbagai janji kepada petani, mulai dari kenaikan harga gabah, penyederhanaan distribusi pupuk langsung kepada petani, hingga penghapusan Kartu Tani.
Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut ditujukan agar petani memperoleh kepastian usaha dan kesejahteraan yang lebih baik. (Rist)