Pasar rakyat adalah denyut nadi ekonomi kerakyatan. Karena itu APPSI harus hadir didalamnya
TARAKAN, DMNETWORK – Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Provinsi Kalimantan Utara menetapkan Jufri Budiman, S.Pd., M.M. sebagai Ketua DPW APPSI Kalimantan Utara. Muswil yang berlangsung di Hotel Galaxy, Kota Tarakan, Sabtu (11/7/2026), menjadi momentum konsolidasi organisasi pedagang pasar di provinsi paling utara di Pulau Kalimantan tersebut.
Kegiatan itu dihadiri Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is, anggota Komisi II DPRD dari Fraksi Gerindra Simon Patino, anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Fraksi Gerindra Anton, serta para pengurus dan perwakilan pedagang pasar dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Utara.
Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir mengatakan, kepengurusan baru diharapkan mampu menjadikan APPSI sebagai organisasi yang semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan pedagang pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah.
“Pasar rakyat adalah denyut nadi ekonomi kerakyatan. Karena itu APPSI harus hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai rumah besar bagi para pedagang untuk memperjuangkan kesejahteraan, meningkatkan daya saing, dan mendorong pasar tradisional menjadi lebih tertata, bersih, sehat, serta mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujar Don Muzakir.
Ia menambahkan, DPP APPSI akan terus mendorong seluruh DPW membangun sinergi dengan pemerintah daerah agar program revitalisasi pasar, digitalisasi perdagangan, hingga penguatan usaha mikro benar-benar dirasakan para pedagang.
“Kalimantan Utara memiliki potensi ekonomi yang besar. APPSI harus menjadi jembatan antara pedagang dan pemerintah agar setiap kebijakan benar-benar berpihak pada pelaku ekonomi rakyat,” katanya.
Ketua DPW APPSI Kalimantan Utara terpilih, Jufri Budiman, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan peserta Muswil. Menurut dia, amanah tersebut akan dijalankan dengan membangun organisasi yang terbuka, solid, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pedagang pasar.

“Kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijaga. Kami akan merangkul seluruh pedagang pasar di Kalimantan Utara, memperkuat organisasi hingga ke daerah, serta memperjuangkan berbagai kebutuhan pedagang melalui komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Jufri.
Ia berharap APPSI Kalimantan Utara dapat menjadi organisasi yang aktif memberikan pendampingan kepada pedagang, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas perdagangan.
Kalimantan Utara saat ini memiliki sekitar 40 pasar rakyat atau pasar tradisional yang tersebar di Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung. Pasar-pasar tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menopang ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan pedagang tradisional.
Namun, sejumlah pasar rakyat masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana dan prasarana, pengelolaan kebersihan, penataan kawasan pasar, serta meningkatnya persaingan dengan ritel modern. Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi tantangan baru yang perlu direspons agar pedagang pasar tetap mampu bersaing tanpa kehilangan karakter pasar rakyat sebagai pusat interaksi sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui kepengurusan baru hasil Muswil, APPSI Kalimantan Utara diharapkan mampu memperkuat posisi pedagang pasar sebagai pilar ekonomi kerakyatan sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pasar rakyat yang modern, nyaman, dan berdaya saing.