Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter

2 Min Read
Gempa dahsyat mengguncang Nagekeo, NTT. Banyak rumah hancur (foto: Istimewa)

Gempa M 7,7 ini sebelumnya didahului parameter awal M 7,0 yang juga tercatat pada pukul 04.58.23 WIB, dengan kedalaman 10 kilometer. 

NAGEKEO, DMNETWORK – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (158/2026) sekitar pukul 04.58 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur.

BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

- Iklan -
Ad imageAd image

Dalam pemutakhiran informasi, BMKG menyatakan tsunami benar-benar terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir. Salah satu gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian mencapai 0,94 meter.

Tsunami juga terpantau di beberapa lokasi lain dengan ketinggian lebih rendah.

Peringatan tsunami berakhir

Dalam perkembangan terbaru, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M 7,7 tersebut telah berakhir.

Informasi terbaru pada laman BMKG mencatat status “Potensi Tsunami Berakhir”. BMKG menegaskan peringatan dini tersebut dinyatakan berakhir kecuali terdapat informasi baru.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan arahan pemerintah daerah, khususnya masyarakat yang berada di wilayah pesisir yang sebelumnya terdampak peringatan tsunami.

- Iklan -
Ad image

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas gempa dan kemungkinan gempa susulan.

Gempa M 7,7 ini sebelumnya didahului parameter awal M 7,0 yang juga tercatat pada pukul 04.58.23 WIB, dengan kedalaman 10 kilometer. Parameter tersebut kemudian diperbarui BMKG menjadi M 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.

Dengan berakhirnya peringatan tsunami, masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada dan menjadikan informasi BMKG, BNPB, serta BPBD sebagai rujukan utama. (Gris)

Share This Article
error: Content is protected !!