Lengger Banyumasan Tampil di Istana Merdeka, 125 Seniman Bawa Warisan Budaya ke Panggung Nasional

3 Min Read
Tari Kelana Lengger Banyumasan Unjuk Pesona di Istana Merdeka, Bawa Tradisi Banyumas ke Panggung Nasional (dok.istimewa/DMnetwork)

DMNETWORK.COM – JAKARTA — Warisan seni tradisi Banyumas mendapat kesempatan tampil di panggung kenegaraan. Tari Kelana Lengger Banyumasan dipentaskan di Istana Merdeka, Jakarta, menjelang Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Pertunjukan tersebut membawa cerita mengenai perjalanan seni Lengger dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebanyak 100 seniman asal Kabupaten Banyumas terlibat dalam pementasan, dengan peserta berasal dari kalangan pelajar SMA hingga seniman dewasa.

Persiapan pertunjukan dilakukan di bawah bimbingan maestro Lengger Banyumas, Rianto. Selain kiprahnya sebagai seniman, Rianto juga dipercaya memimpin Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Banyumas.

Kontingen seni Banyumas hadir dengan pendampingan jajaran Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas. Rombongan tersebut dikawal Plt Kepala Dinporabudpar Junaedi, Kabid Kebudayaan Amyati, serta Kabid Pariwisata Kusmantono.

- Iklan -
Ad imageAd image

Panggung Istana Merdeka menjadi ruang bagi para seniman untuk memperlihatkan karakter khas Lengger Banyumasan. Busana tradisional yang mencolok, koreografi yang dinamis, serta musik khas Banyumas berpadu dalam sebuah pertunjukan yang mendapat sambutan meriah.

Tepuk tangan terdengar dari para tamu dan masyarakat yang menyaksikan. Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kesenian daerah dapat hadir dalam sebuah momentum nasional tanpa kehilangan identitas budayanya.

Junaedi mengatakan kesempatan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Banyumas. Menurut dia, Lengger memiliki makna yang lebih luas dari sekadar seni pertunjukan karena melekat dengan identitas masyarakat Banyumas.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Banyumas. Lengger bukan hanya tarian, tetapi cerminan jati diri dan semangat gotong royong masyarakat Banyumas yang kini bisa ditampilkan di Istana Negara,” ujar Junaedi.

Kehadiran Tari Kelana Lengger Banyumasan di Istana Merdeka juga menjadi bagian dari langkah memperkenalkan seni tradisi Banyumas kepada khalayak yang lebih luas. Momentum peringatan kemerdekaan dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa kesenian daerah tetap relevan dan mampu bersanding dengan panggung budaya nasional.

- Iklan -
Ad image

Pertunjukan tersebut sekaligus mendukung penguatan Banyumas sebagai Kabupaten Seni Pertunjukan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif. Potensi budaya lokal ditempatkan bukan hanya sebagai warisan yang harus dijaga, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Komite Ekonomi Kreatif Banyumas sendiri tergabung dalam Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Jejaring tersebut berperan dalam mengorkestrasi pengembangan kota kreatif dan ekosistem ekonomi kreatif di berbagai wilayah Indonesia.

Ekonomi kreatif mengandalkan kreativitas, gagasan, pengetahuan, budaya, serta warisan leluhur sebagai kekuatan utama. Di dalamnya terdapat berbagai subsektor, mulai dari fotografi, film dan animasi, musik, arsitektur hingga seni pertunjukan.

Dengan tampilnya Lengger Banyumasan di Istana Merdeka, seni tradisi Banyumas kembali mendapat ruang untuk memperkenalkan jati dirinya di tingkat nasional. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Indonesia.(*)

Share This Article
error: Content is protected !!