MAGELANG, DMNETWORK — Suasana Hari Raya Idul Adha terasa berbeda di SD Negeri 1 Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sekolah menggelar kegiatan khusus pembelajaran kurban pada Jumat (29/5/2026), yang masih menjadi rangkaian hari tasyrik Idul Adha.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Dalam pelaksanaannya, sekolah menyembelih dua ekor kambing kurban yang kemudian diolah bersama oleh para siswa dan guru.
Sejak pagi, siswa datang ke sekolah mengenakan pakaian olahraga bebas. Mereka mengikuti proses penyembelihan kambing sambil mendapatkan penjelasan mengenai makna kurban, semangat berbagi, dan nilai gotong royong dalam perayaan Idul Adha.
Tidak hanya menyaksikan, para siswa juga diajak terlibat langsung dalam proses pengolahan daging. Mereka diminta membawa pisau kecil dari rumah untuk digunakan mengiris daging kambing di bawah pendampingan guru.
Daging yang telah dipotong kemudian dimasak bersama di lingkungan sekolah. Suasana kebersamaan tampak ketika siswa saling membantu menyiapkan masakan kurban.
Guru-guru turut mendampingi kegiatan agar berjalan aman dan tertib, terutama bagi siswa kelas bawah yang baru pertama kali mengikuti kegiatan serupa.
Pihak sekolah menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan tradisi kurban secara langsung kepada siswa sejak dini, bukan hanya melalui pembelajaran teori di kelas.
“Anak-anak belajar tentang kebersamaan, kerja sama, dan memahami proses kurban secara nyata,” ujar salah satu guru.
Sebelum salat Jumat, siswa dipulangkan terlebih dahulu. Setelah itu mereka kembali lagi ke sekolah pada pukul 13.00 WIB untuk makan bersama hasil olahan daging kurban.
Salah satu siswa kelas V SDN Pasuruhan 1, Asri Bening Cahyaningati, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Asri, kegiatan mengiris dan memasak daging hampir sama seperti yang biasa dilakukan orangtuanya di rumah saat Idul Adha.
“Bedanya di sini kami bersama teman-teman saling membantu mengolah daging kambing,” kata Asri.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para orangtua karena dinilai menjadi pengalaman edukatif sekaligus menanamkan nilai kebersamaan kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar.