TEMANGGUNG, DMNETWORK — Polres Temanggung, Jawa Tengah, masih menyelidiki penyebab meninggalnya empat anggota satu keluarga yang ditemukan tewas saat berkemah di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung.
Keempat korban diketahui merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka adalah Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16).
Kasatreskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan, proses autopsi telah dilakukan pada Kamis (28/5/2026) dan selesai pada siang hari.
Namun, dari empat korban, hanya satu jenazah yang menjalani autopsi menyeluruh, yakni Alvino Evan Hakim.
“Korban AEH dipilih karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet,” ujar Komang, Jumat (29/5/2026).
Menurut dia, autopsi penuh dilakukan atas persetujuan keluarga untuk mendalami penyebab kematian secara medis dan forensik.
Sementara itu, hasil autopsi lengkap masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam dua hingga lima hari ke depan.
Polisi menyebut, sejauh ini terdapat dua dugaan penyebab kematian para korban, yakni keracunan makanan atau keracunan gas hasil pembakaran.
“Dugaan sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran,” kata Komang.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan pemeriksaan forensik. Barang bukti tersebut meliputi lima unit telepon seluler, satu unit mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, serta satu tungku tanah liat untuk pembakaran briket.
Selain itu, polisi juga mengambil sampel sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga dikonsumsi korban saat berkemah.
“Peralatan memasak ditemukan dalam keadaan tidak menyala,” ujar Komang.
Kompor gas portabel ditemukan berada di luar tenda atau di area teras pintu masuk. Sementara itu, kondisi pintu tenda dan ventilasi di sisi kiri maupun kanan diketahui dalam keadaan tertutup rapat.
Polisi juga tidak menemukan bekas muntahan maupun tanda mencurigakan lain di lokasi kejadian.
“Di dalam tenda hanya terdapat dua kasur dan kantong tidur,” katanya.
Dugaan keracunan gas karbon monoksida menguat karena para korban ditemukan dalam posisi seperti sedang tertidur tanpa adanya tanda kekerasan ataupun kepanikan.
Dalam penyelidikan kasus tersebut, polisi telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola tempat wisata guna mendalami rangkaian kejadian sebelum para korban ditemukan meninggal dunia.
Sebelumnya, seorang anak berusia 7 tahun yang masih bagian dari keluarga tersebut dilaporkan selamat karena tidur di luar tenda saat peristiwa terjadi.