Jadi Garda Depan Enam Standar Pelayanan, Posyandu di Kota Magelang Kini Layani Semua Usia

4 Min Read
Posyandu di Kota Magelang menjadi garda terdepan dalam pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi masyarakat. (gh/dmnet.com)

DMNET.COM – MAGELANG – Peran Posyandu di Kota Magelang kini semakin luas. Tidak hanya melayani kesehatan ibu hamil dan balita, Posyandu saat ini menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis integrasi untuk seluruh kelompok usia, mulai dari bayi, remaja, hingga lanjut usia.

Transformasi tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi hak dasar masyarakat. Enam bidang pelayanan itu meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, ketertiban umum, serta perumahan rakyat.

Ketua TP PKK Kota Magelang, Nanik Yuniati Damar, mengatakan Posyandu saat ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan. Menurutnya, penguatan fungsi Posyandu bertujuan memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan dasar secara menyeluruh dan lebih mudah dijangkau.

“Posyandu sekarang menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat dengan penerapan enam standar pelayanan minimal. Harapannya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan secara utuh,” ujar Nanik saat meninjau kegiatan Posyandu Kenanga di Karang Lor, Kecamatan Magelang Selatan, Selasa (12/5/2026).

- Iklan -
Ad imageAd image

Ia menjelaskan, konsep Posyandu yang sebelumnya hanya dikenal sebagai Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) kini telah berkembang menjadi Integrasi Pelayanan Primer (ILP). Dengan sistem baru tersebut, Posyandu tidak hanya fokus pada pelayanan ibu dan anak, tetapi juga mencakup seluruh siklus kehidupan masyarakat.

“Sekarang pelayanan primer terintegrasi untuk semua usia, mulai bayi, remaja, dewasa hingga lansia, selama kondisi pasien bukan keadaan darurat,” jelasnya.

Menurut Nanik, keberadaan Posyandu saat ini juga menjadi penghubung informasi antarbidang pelayanan publik. Di sektor pendidikan misalnya, kader Posyandu dapat membantu mendeteksi persoalan literasi maupun pendidikan anak usia dini (PAUD).

Sementara pada sektor pekerjaan umum dan pemukiman, masyarakat dapat menyampaikan persoalan terkait sanitasi lingkungan, kebutuhan air bersih, hingga kondisi rumah tidak layak huni (RTLH).

Tidak hanya itu, Posyandu juga mulai berperan dalam mendukung ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Warga dapat menyampaikan informasi terkait kondisi lingkungan, potensi bencana, maupun persoalan sosial lainnya melalui kader Posyandu di wilayah masing-masing.

- Iklan -
Ad image

Nanik menilai, penguatan peran Posyandu menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan pemerintah langsung ke tengah masyarakat. Dengan sistem pelayanan terpadu, kebutuhan warga di tingkat bawah dapat lebih cepat teridentifikasi dan ditangani.

Hal senada disampaikan Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengembangan Posyandu merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendampingi masyarakat di setiap tahapan kehidupan.

“Posyandu dengan Standar Pelayanan Minimal ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat sejak dalam kandungan, lahir, sekolah, hingga memasuki usia lanjut. Pemerintah hadir di setiap proses itu,” kata Damar.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu secara maksimal, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan konsultasi yang tersedia di setiap wilayah.

Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan perlu terus ditingkatkan. Sebab kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas hidup masyarakat di masa depan.

“Pola hidup sehat harus mulai dibangun sejak dini. Dengan memanfaatkan Posyandu, masyarakat dapat melakukan deteksi awal terhadap berbagai persoalan kesehatan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Magelang berharap transformasi Posyandu menjadi pusat layanan terpadu dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di tingkat lingkungan.

Share This Article