Jejak Ekspor Bawang Merah Brebes, Dari 2017 hingga 2026

7 Min Read
Melepas eksport bawang merah di Brebes (foto: joashua/DMNetwork)

Perjalanan ekspor tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemerintah dan pelaku usaha.

BREBES, DMNETWORK– Bawang merah Brebes bukan pemain baru di pasar internasional. Jauh sebelum ekspor kembali menjadi perhatian dalam Festival Bawang Merah Brebes 2026, komoditas ini telah beberapa kali dikirim ke sejumlah negara Asia.

Jejaknya tercatat sejak 2017. Dalam perjalanan berikutnya, tujuan ekspor semakin beragam, mulai dari Thailand, Singapura, Malaysia hingga Vietnam.

Pada Sabtu (12/9/2026), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir dalam Festival Bawang Merah Brebes. Rangkaian kegiatan tersebut juga ditandai dengan pelepasan ekspor bawang merah.

Namun, untuk melihat perjalanan ekspor Brebes secara utuh, perlu ditarik jauh ke belakang.

- Iklan -
Ad imageAd image

2017: Ekspor 5.600 Ton

Salah satu catatan penting terjadi pada 2017. Kementerian Pertanian mencatat ekspor bawang merah sebanyak 5.600 ton dalam kegiatan yang dipusatkan di Brebes.

Thailand menjadi salah satu tujuan utama. Pada tahap awal, sebanyak 12 kontainer diberangkatkan.

Catatan ini menjadi salah satu tonggak penting karena Indonesia mulai menunjukkan kemampuan memasok bawang merah ke pasar luar negeri, setelah sebelumnya kebutuhan dalam negeri masih banyak dipenuhi melalui impor.

Namun, angka 5.600 ton perlu dibaca secara hati-hati. Data tersebut merupakan volume ekspor dalam kegiatan yang melibatkan sentra produksi, termasuk Brebes, dan tidak seluruhnya dapat dipastikan sebagai produksi Kabupaten Brebes semata.

2019: Pasar Meluas ke Empat Negara

Pada 2019, pemerintah kembali melepas ekspor bawang merah sebanyak 1.000 ton.

- Iklan -
Ad image

Tujuannya meliputi Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand.

Tetapi sama seperti data 2017, angka 1.000 ton tersebut merupakan data ekspor yang dilepas pemerintah dan sumber yang tersedia tidak merinci berapa ton yang secara khusus berasal dari Brebes.

Karena itu, angka tersebut tidak bisa seluruhnya disebut sebagai volume ekspor Brebes.

2023: Brebes Kembali Tercatat Mengirim ke Thailand

Pada 2023, catatan ekspor yang secara spesifik menyebut Brebes kembali muncul.

Pada Agustus 2023, sebanyak 96 ton bawang merah dikirim dari Brebes ke Thailand menggunakan empat kontainer.

Nilai transaksi pengiriman tersebut sekitar US$232.000 atau sekitar Rp3,4 miliar.

Pemkab Brebes juga mencatat adanya pengiriman ke Thailand dan Singapura pada tahun tersebut. Sejumlah pemberitaan menyebut total bawang merah Brebes yang dikirim ke Thailand sepanjang 2023 mencapai sekitar 1.500 ton.

Artinya, pengiriman 96 ton merupakan salah satu bagian dari aktivitas ekspor Brebes pada tahun tersebut, bukan keseluruhan ekspornya.

2024: Ekspor Melonjak 19.000 Ton

Skala ekspor meningkat tajam pada 2024.

Pada 9 Agustus 2024, Brebes melepas ekspor bawang merah dengan total 19.000 ton. Pengiriman dilakukan secara bertahap hingga November.

Empat negara menjadi tujuan ekspor, yakni:

  • Thailand: 10.000 ton
  • Vietnam: 5.000 ton
  • Singapura: 2.000 ton
  • Malaysia: 2.000 ton

Totalnya mencapai 19.000 ton. Catatan ini menunjukkan semakin terbukanya pasar Asia Tenggara bagi bawang merah Brebes.

2025: 11.800 Ton ke Tiga Negara

Perjalanan ekspor berlanjut pada 2025.

Dalam Festival Bawang Merah Brebes 2025, pemerintah mencatat ekspor bawang merah sebanyak 11.800 ton ke tiga negara, yakni Thailand, Singapura dan Vietnam. Badan Pangan Nasional menyebut kegiatan tersebut sebagai ekspor perdana 11.800 ton dalam rangkaian festival.

Istilah “ekspor perdana” dalam pemberitaan tersebut tidak berarti bawang merah Brebes baru pertama kali diekspor sepanjang sejarah.

Sebab, catatan ekspor sudah ada jauh sebelumnya, termasuk pada 2017 dan 2023.

Istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai ekspor perdana dalam rangkaian atau skema yang diluncurkan melalui Festival Bawang Merah Brebes 2025.

2026: Ekspor Kembali Dilepas

Pada 12 September 2026, Festival Bawang Merah Brebes kembali digelar.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir dalam kegiatan tersebut. Pelepasan ekspor bawang merah kembali menjadi bagian dari rangkaian acara.

Namun, hingga data yang terverifikasi, angka tonase dan rincian negara tujuan ekspor yang dilepas pada 12 September 2026 belum dapat dipastikan secara lengkap.

Karena itu, volume ekspor 2026 belum dimasukkan ke dalam perhitungan total.

Dari Petani, Asosiasi hingga Tani Merdeka

Perjalanan ekspor tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemerintah dan pelaku usaha. Di tingkat petani, keberadaan organisasi yang mewadahi kepentingan bawang merah juga menjadi bagian dari ekosistem komoditas ini.

Salah satunya adalah H. Dian Alex Chandra, yang dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI).

Alex merupakan salah satu tokoh yang aktif menyuarakan kepentingan petani bawang merah, khususnya dalam penguatan produksi, pemasaran dan akses pasar.

Sementara itu, di lingkungan organisasi petani Tani Merdeka Indonesia (TMI), perjuangan kepentingan petani berada dalam struktur yang dipimpin Don Muzakir selaku Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

Kehadiran jaringan organisasi petani tersebut menjadi penting karena ekspor bukan hanya perkara mengirim komoditas keluar negeri.

Bagi petani, pertanyaan terbesarnya adalah apakah terbukanya pasar ekspor ikut memperbaiki posisi tawar mereka.

Bukan Ekspor Perdana Sepanjang Sejarah

Jika disusun berdasarkan catatan yang tersedia, perjalanan ekspor bawang merah Brebes dapat digambarkan sebagai berikut:

2017: tercatat ekspor 5.600 ton dalam kegiatan ekspor bawang merah yang dipusatkan di Brebes, dengan Thailand sebagai tujuan utama.

2019: pemerintah melepas 1.000 ton bawang merah ke Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand. Namun, asal tonase khusus Brebes tidak dirinci.

2023: ekspor dari Brebes kembali terdokumentasi, termasuk pengiriman 96 ton ke Thailand. Sejumlah catatan menyebut sekitar 1.500 ton dikirim ke Thailand sepanjang tahun.

2024: Brebes mengekspor 19.000 ton ke Thailand, Vietnam, Singapura dan Malaysia.

2025: Brebes mencatat ekspor 11.800 ton ke Thailand, Singapura dan Vietnam.

2026: ekspor kembali dilepas dalam Festival Bawang Merah Brebes yang dihadiri Zulkifli Hasan, tetapi volume dan rincian negara tujuan belum dipastikan secara lengkap.

Dengan demikian, menyebut ekspor bawang merah Brebes sebagai sesuatu yang baru dimulai pada 2025 atau 2026 tidak tepat.

Jalannya sudah dibuka sejak lama.

Kini tantangannya adalah bagaimana jalan tersebut semakin lebar, tidak hanya bagi eksportir dan perdagangan, tetapi juga bagi petani yang setiap musim mempertaruhkan modal, tenaga dan hasil panennya di lahan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan ekspor tidak hanya diukur dari berapa kontainer yang berangkat dari Brebes.

Ukuran terpentingnya adalah seberapa kuat pasar ekspor mampu mengangkat kesejahteraan petani bawang merah di sentra produksinya.

Share This Article
error: Content is protected !!