Kepala BGN Klarifikasi Isu 13.000 Dapur MBG, Bukan Dibangun Serentak

2 Min Read
Klarifikasi kepala BGN soal pembangunan 13.000 dapur umum MBG (foto: dokumentasi)

JAKARTA, DMNETWORK — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan informasi yang beredar di publik mengenai rencana pembangunan 13.000 dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan pemerintah tidak akan membangun seluruh dapur tersebut secara serentak.

Menurut Sudaryono, angka sekitar 13.000 yang ramai dibicarakan merupakan akumulasi data titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan tingkat kesiapan yang berbeda-beda, mulai dari tahap usulan lokasi hingga yang sudah selesai dibangun dan siap dioperasikan.

“Bukan berarti kita langsung membuka 13.000 dapur sekaligus,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan BGN saat ini sedang mencocokkan data titik SPPG dengan data Kementerian Kesehatan untuk menentukan wilayah prioritas penerima program MBG. Fokus utama diarahkan ke daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi, seperti Nusa Tenggara Timur dan sejumlah wilayah di Papua.

Dari total titik yang terdata, sekitar 1.700 dapur disebut telah siap operasional. Namun, pengaktifannya akan dilakukan bertahap sesuai hasil verifikasi lapangan dan kebutuhan daerah.

- Iklan -
Ad imageAd image

Sudaryono menyebut BGN berencana mengaktivasi sekitar 300 SPPG terlebih dahulu pada tahap awal, kemudian dilanjutkan pada tahap berikutnya secara bertingkat.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul narasi di media sosial yang menyebut pemerintah akan segera membangun ribuan dapur MBG baru dalam waktu dekat. Narasi itu berkembang setelah pembahasan mengenai percepatan program MBG dan penanganan stunting di berbagai daerah.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya. Melalui pendekatan bertahap, BGN menargetkan pengoperasian dapur lebih terukur dan sesuai prioritas kebutuhan gizi di masing-masing wilayah.

Share This Article
error: Content is protected !!