Dua Terduga Pelaku Kasus Bos Royal Phone Ambarawa Ditangkap, Polisi Temukan Bercak Darah

4 Min Read
Dua Terduga Pelaku Kasus Bos Royal Phone Ambarawa Ditangkap, Polisi Temukan Bercak Darah dan Serpihan Tulang (gk/DMNetwork)

DMNETWORK.COM – SEMARANG – Polisi mengamankan dua terduga pelaku yang diduga berkaitan dengan kematian Candra Waskito (25), pemilik konter Royal Phone Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Penangkapan dilakukan dalam waktu kurang dari dua hari setelah korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz miliknya di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Dua terduga pelaku diamankan pada Jumat (7/8/2026). Salah satunya ditangkap tim gabungan Polres Semarang dan Polda Jawa Tengah di Kota Semarang. Beberapa jam berselang, polisi kembali mengamankan seorang terduga pelaku lainnya di wilayah Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, pengungkapan awal kasus tersebut melibatkan sejumlah satuan kepolisian.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari dua hari, tim gabungan mengamankan dua terduga pelaku,” ujar Heru, Jumat malam.

Tim yang terlibat antara lain Satreskrim Polres Semarang, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng, Tim Inafis Polda Jateng, Tim Inafis Polres Semarang, serta Satreskrim Polres Grobogan.

Meski telah mengamankan dua orang, polisi belum membeberkan identitas keduanya. Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui peran masing-masing serta mengungkap motif di balik kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan penyidikan masih terus dikembangkan.

“Kami masih melaksanakan pengembangan terkait perkara tersebut,” katanya.

Polisi juga belum memastikan apakah perkara tersebut hanya melibatkan dua orang atau terdapat pihak lain yang ikut terlibat.

Bercak Darah dan Serpihan Tulang Jadi Petunjuk

Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya kekerasan di konter Royal Phone Ambarawa.

- Iklan -
Ad image

Petugas menemukan bercak darah di dalam konter. Selain itu, terdapat serpihan tulang yang diduga berkaitan dengan luka pada bagian kepala korban.

Kapolres Semarang mengatakan temuan tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan medis dan hasil autopsi.

“Kalau pemeriksaan di konter ditemukan bercak darah, kemudian juga ada serpihan tulang,” kata Heru.

“Dugaan sementara serpihan tersebut merupakan bagian dari tulang kepala korban. Tetapi saat ini kami masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Semarang,” lanjutnya.

Hasil autopsi nantinya akan membantu penyidik memastikan penyebab kematian sekaligus jenis luka yang dialami korban.

Polisi masih menunggu kepastian apakah luka pada kepala korban disebabkan benda tumpul, benda tajam, atau faktor lainnya.

Puluhan Ponsel Masih Berada di Mobil Korban

Petunjuk lain ditemukan ketika polisi memeriksa Honda Jazz milik korban yang ditemukan di wilayah Gubug, Grobogan.

Sebanyak 53 unit telepon seluler ditemukan masih berada di dalam kendaraan tersebut.

“Di dalam mobil itu juga ditemukan beberapa handphone, yang masih tertinggal di dalam kendaraan,” ujar Heru.

Temuan tersebut kini didalami penyidik untuk mengetahui barang apa saja yang hilang dari konter maupun kendaraan korban.

Sebelumnya, Candra dilaporkan hilang setelah konter Royal Phone Ambarawa ditemukan dalam kondisi berantakan. Mobil miliknya juga tidak berada di lokasi.

Beberapa waktu kemudian, kendaraan tersebut ditemukan di wilayah Gubug. Candra ditemukan meninggal dunia di bagian belakang mobil.

Polisi kini berupaya menyusun rangkaian kejadian dari lokasi konter di Ambarawa hingga tempat ditemukannya korban di Grobogan.

Polisi Masih Dalami Motif

Dengan dua terduga pelaku telah diamankan, penyidik kini memiliki titik terang dalam pengungkapan kasus tersebut. Namun, polisi masih harus memastikan motif, peran masing-masing terduga pelaku, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Identitas terduga pelaku dan informasi mengenai motif belum disampaikan kepada publik karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan keterangan lengkap akan disampaikan melalui konferensi pers setelah pemeriksaan menyeluruh dilakukan.

“Untuk lengkapnya selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh dan jadwal press release,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku, pengumpulan barang bukti, serta autopsi korban akan menjadi bagian penting bagi polisi untuk mengungkap kasus kematian bos Royal Phone Ambarawa secara utuh.(*)

Share This Article
error: Content is protected !!