MALANG, DMNETWORK – Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang, Sabtu (8/8/2026), disebut diarahkan untuk melahirkan rekomendasi strategis bagi pemajuan kebudayaan nasional. Namun hingga pelaksanaan kongres berlangsung, dokumen rekomendasi final belum diumumkan secara resmi kepada publik.
Panitia penyelenggara menyatakan forum tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk unsur masyarakat adat, penghayat kepercayaan, pelaku seni, akademisi, budayawan, dan generasi muda. Kongres ini digagas sebagai ruang perumusan arah kebijakan kebudayaan Indonesia di masa depan.
Dalam keterangan panitia yang dikutip dari RRI, kongres diharapkan menghasilkan rumusan yang lebih inklusif karena melibatkan beragam kelompok budaya dari berbagai wilayah Nusantara.
Sejumlah isu yang menjadi bahan pembahasan antara lain rekonstruksi narasi sejarah Nusantara secara ilmiah, pelestarian warisan budaya, penguatan kebijakan kebudayaan nasional, pelibatan masyarakat adat dalam pembangunan kebudayaan, serta penguatan identitas kebangsaan.
Meski demikian, hingga Jumat sore belum ditemukan publikasi resmi yang memuat daftar rekomendasi hasil sidang kongres ataupun keputusan pleno peserta. Informasi yang beredar sejauh ini masih berupa tujuan dan harapan penyelenggaraan kongres, bukan hasil akhir yang telah disahkan.
Karena itu, setiap klaim yang menyebut Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 telah mengeluarkan rekomendasi tertentu masih perlu diverifikasi lebih lanjut sampai panitia atau lembaga penyelenggara menerbitkan dokumen resmi hasil kongres.
Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 menjadi salah satu forum kebudayaan berskala nasional yang mendapat perhatian luas karena mempertemukan berbagai komunitas budaya dan masyarakat adat dalam satu ruang dialog kebangsaan. Panitia menyatakan hasil perumusan kongres nantinya akan disampaikan sebagai masukan bagi arah kebijakan kebudayaan nasional.
Sebelumnya, panitia juga menyampaikan bahwa kongres tersebut ditargetkan menjadi momentum konsolidasi kebudayaan Nusantara di tengah tantangan perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang dinilai memengaruhi kehidupan budaya masyarakat Indonesia. (Rist)