DMNETWORK.COM – JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan kondisi organisasi tetap solid menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya berbagai isu di media sosial, termasuk narasi mengenai adanya perebutan pengelolaan tambang di lingkungan PBNU. Organisasi menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan mekanisme pengelolaan tambang telah diatur secara jelas dalam ketentuan organisasi. Seluruh kewenangan berada dalam koridor yang telah ditetapkan sehingga tidak ada konflik kepentingan maupun perebutan kewenangan.
“Tidak ada konflik pengelolaan tambang di PBNU. Semua sudah diatur ketentuan-ketentuannya dan itu menjadi tanggung jawab ketua umum. Jadi tidak ada rebutan-rebutan tambang di PBNU. Ini perlu saya tegaskan,” ujar Gus Ipul saat berkunjung ke Gresik, Jawa Timur, Senin (3/8).
Menurutnya, isu yang terus bergulir menjelang muktamar berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan warga Nahdliyin. Karena itu, masyarakat diminta lebih cermat dalam menerima informasi yang beredar, khususnya melalui media sosial.
PBNU mengimbau agar setiap informasi terlebih dahulu diverifikasi sebelum dipercaya maupun disebarluaskan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan dan mencegah munculnya perpecahan akibat penyebaran informasi yang tidak benar.
Gus Ipul mengungkapkan bahwa selama setahun terakhir cukup banyak narasi di media sosial yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Bahkan, sebagian di antaranya telah mengarah pada ujaran kebencian yang berpotensi merusak ukhuwah di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Berita-berita yang tidak sesuai kenyataan tidak perlu dikembangkan. Kalau perlu diabaikan, karena banyak sekali dalam satu tahun terakhir ini isu-isu yang tidak semestinya berkembang di media sosial bahkan sudah mengarah kepada ujaran kebencian,” katanya.
Di sisi lain, PBNU menegaskan seluruh jajaran organisasi saat ini lebih memfokuskan perhatian pada persiapan Muktamar Ke-35 NU. Berbagai tahapan terus dimatangkan agar forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut berlangsung lancar, tertib, dan sesuai ketentuan organisasi.
Muktamar akan menjadi agenda penting yang menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepemimpinan PBNU untuk periode berikutnya. Gus Ipul memastikan seluruh proses akan berlangsung secara demokratis, transparan, serta berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ia juga menyebut munculnya sejumlah nama yang disebut berpeluang maju sebagai calon Ketua Umum PBNU merupakan dinamika yang wajar dalam organisasi besar. Namun, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan para peserta muktamar yang memiliki hak suara.
“Ada beberapa nama yang sudah beredar, tetapi selebihnya semuanya tergantung kepada para peserta muktamar. Ini adalah proses yang harus dipahami dan alhamdulillah semuanya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada,” pungkasnya.
Melalui penegasan tersebut, PBNU berharap seluruh warga Nahdliyin tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menyukseskan Muktamar Ke-35 NU sebagai momentum memperkuat peran organisasi dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.(*)