DMNETWORK.COM – Warga Dusun Mlaten, Desa Donorojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, memiliki cara sederhana namun bermakna dalam mengelola sampah rumah tangga.
Melalui program sedekah sampah yang dikelola Bank Sampah Melati Barokah, puluhan ibu rumah tangga mengubah limbah plastik menjadi sumber dana kegiatan sosial warga.
Kegiatan tersebut dipusatkan di rumah Atif Maftuhah, salah seorang penggerak bank sampah di dusun tersebut. Sedikitnya sekitar 100 ibu-ibu dari tiga RT rutin terlibat dalam kegiatan memilah sampah plastik dari rumah masing-masing.
Botol plastik bekas dipisahkan tersendiri, sementara plastik kemasan yang rusak atau hancur juga dikategorikan secara terpisah. Setelah terkumpul, sampah kemudian ditimbang dan dijual kepada pengepul.
“Bahkan kami bisa dapat Rp 400 ribu setiap kali kumpulan,” kata Atif Maftuhah.
Menurut dia, hasil penjualan sampah sebagian besar digunakan untuk mendukung kegiatan sosial warga, terutama saat Ramadhan.
Pengumpulan sampah dilakukan setiap selapan atau sekitar 35 hari sekali. Pada waktu yang telah ditentukan, pengurus berkeliling dari rumah ke rumah menggunakan kendaraan roda tiga jenis Viar untuk mengambil sampah yang telah disiapkan warga.
Setelah terkumpul, para ibu kemudian bersama-sama memilah sampah satu per satu. Suasana kegiatan itu tidak hanya menjadi aktivitas lingkungan, tetapi juga ruang pertemuan sosial warga.
Program sedekah sampah tersebut telah berjalan hampir dua tahun. Selain membantu mengurangi sampah rumah tangga, kegiatan itu perlahan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Dari kegiatan yang terus berkembang itu, Bank Sampah Melati Barokah juga mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang. Kelompok tersebut memperoleh bantuan kendaraan roda tiga jenis Viar untuk mendukung pengangkutan sampah dari rumah-rumah warga.
Persoalan sampah sendiri masih menjadi tantangan di Kabupaten Magelang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang mencatat produksi sampah rumah tangga di wilayah itu mencapai sekitar 600 ton per hari atau rata-rata 0,5 kilogram per orang setiap hari.
Untuk mengurangi timbunan sampah, pemerintah daerah terus mendorong pembentukan bank sampah di tingkat desa. Kabupaten Magelang saat ini memiliki ratusan bank sampah aktif yang tersebar di berbagai kecamatan.
Di tengah besarnya persoalan sampah tersebut, gerakan sedekah sampah di Dusun Mlaten menjadi contoh bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari tingkat kampung. Plastik bekas yang semula dianggap tidak bernilai, di tangan ibu-ibu desa justru berubah menjadi sumber gotong royong dan kepedulian sosial.