Sudaryono: “Kami Datang untuk Berdiskusi”, Dialog di UGM Berakhir Ricuh

3 Min Read
Begitu tenangnya, sampai Sudaryono lesehan di luar mendengarkan aspirasi mahasiswa yang demo, setelah acara diskusi kopdar dibubarkan (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, DMNETWORK— Forum dialog kebangsaan bertajuk Pancasila Pemersatu Bangsa yang menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Nusron Wahid, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026), sempat berlangsung dinamis sebelum berakhir ricuh.

Pada awal acara, suasana diskusi berjalan relatif kondusif. Sejumlah mahasiswa menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai isu kebangsaan, sementara para narasumber memberikan tanggapan secara bergantian. Dialog yang berlangsung sekitar 30 menit itu diwarnai suasana santai dan interaktif.

Namun situasi mulai berubah ketika sejumlah mahasiswa maju ke depan forum dan menyampaikan protes secara langsung. Interupsi yang terjadi beberapa kali membuat jalannya dialog terhenti. Sejumlah peserta juga menyampaikan kritik dengan nada tinggi sehingga suasana forum menjadi semakin tegang.

Panitia dan peserta sempat melantunkan sholawat sebagai upaya meredakan ketegangan. Meski demikian, interupsi dan teriakan dari sebagian peserta masih terus terdengar, bahkan beberapa kali memotong penjelasan narasumber.

- Iklan -
Ad imageAd image

Ketika kondisi di area GIK Joglo dinilai semakin tidak kondusif, Sudaryono, Nusron Wahid, dan Budiman Sudjatmiko keluar dari lokasi utama kegiatan. Namun, di luar arena diskusi, sejumlah mahasiswa meminta agar dialog tetap dilanjutkan.

Menanggapi permintaan tersebut, Sudaryono dan Nusron Wahid memilih duduk lesehan di atas jalan aspal untuk melanjutkan sesi tanya jawab secara terbuka bersama mahasiswa. Keduanya berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan peserta satu per satu.

“Kami datang ke sini untuk berdiskusi,” kata Sudaryono di hadapan mahasiswa yang masih bertahan mengikuti forum.

Meski dialog kembali dibuka, suasana belum sepenuhnya mereda. Sejumlah peserta kembali menyampaikan protes dan mendekat ke arah narasumber. Dalam situasi itu terjadi aksi saling dorong yang melibatkan sejumlah peserta.

Berdasarkan pantauan di lokasi, juga terjadi pelemparan serta penyiraman air mineral ke arah Sudaryono dan Nusron Wahid. Insiden tersebut memicu kericuhan yang membuat forum diskusi tidak dapat dilanjutkan secara normal.

- Iklan -
Ad image

Forum yang sejak awal dirancang sebagai ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa itu pun berakhir di tengah suasana tegang.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena berlangsung di lingkungan kampus yang selama ini dikenal sebagai ruang pertukaran gagasan dan diskusi akademik. Di tengah perbedaan pandangan yang muncul, dialog terbuka sejatinya diharapkan dapat menjadi sarana penyampaian kritik dan argumentasi secara konstruktif.

Meski demikian, sebagian besar peserta yang hadir sebelumnya tetap mengikuti jalannya diskusi dan menyampaikan pandangan mereka melalui sesi tanya jawab yang berlangsung sejak awal acara. gk

Share This Article