DMNETWORK.COM — Pria Ditemukan Tewas di Irigasi Klaten menggegerkan warga Dukuh Kauman, Desa Sukorejo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (25/5/2026) pagi. Korban diketahui bernama Jumadi alias Ketel (56), warga Telukan, Sukoharjo.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di saluran irigasi dengan arus cukup deras. Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan sepeda motor Honda Supra bernomor polisi AD 3116 QA yang diduga digunakan korban sebelum kejadian.
Polisi menduga korban mengalami kecelakaan tunggal saat perjalanan pulang setelah bermain sepak bola di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penemuan jenazah Jumadi pertama kali diketahui warga bernama Aldi (29) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu Aldi hendak memberi makan entok di belakang rumahnya yang berada tidak jauh dari saluran irigasi.
Namun ia dikejutkan dengan sosok pria yang tergeletak di dalam aliran air dan tidak bergerak sama sekali. Korban ditemukan mengenakan jaket jins biru, kaus berwarna oranye, celana hitam, sepatu hitam, serta membawa tas ransel.
Karena curiga korban sudah meninggal dunia, Aldi segera melaporkan temuannya kepada warga sekitar dan aparat setempat. “Warga langsung melapor ke Polsek Wonosari dan TRC BPBD setelah melihat kondisi korban,” ujar salah satu warga di lokasi.
Evakuasi Dilakukan Polisi dan Relawan
Tidak lama setelah laporan diterima, petugas kepolisian bersama relawan dan tim BPBD Wonosari langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati karena posisi tubuh korban berada di area saluran irigasi dengan kondisi arus air yang masih deras akibat hujan pada malam sebelumnya.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi Duga Korban Mengalami Kecelakaan Tunggal
Dari hasil pemeriksaan awal oleh dokter Puskesmas Wonosari 1, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan sobekan pada bagian lutut kiri celana korban yang diduga akibat benturan saat kecelakaan terjadi.
Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto mengatakan korban diperkirakan meninggal dunia sekitar enam hingga delapan jam sebelum ditemukan warga. “Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban mengalami kecelakaan lalu lintas,” kata AKP Suwoto.
Sepeda Motor Korban Ditemukan Lebih Dulu
Sebelum jasad korban ditemukan, warga ternyata lebih dulu menemukan sepeda motor milik Jumadi berada di dalam saluran irigasi sekitar pukul 06.00 WIB.
Saat itu sejumlah warga yang sedang berolahraga pagi melihat motor berada di dalam saluran air. Motor kemudian dievakuasi dari lokasi karena dikhawatirkan hanyut terbawa arus.
Namun pada saat motor ditemukan, keberadaan korban belum diketahui sehingga warga mengira pengendara telah pergi meninggalkan lokasi. Belakangan, setelah pencarian dilakukan, tubuh korban ditemukan sekitar 700 meter dari titik lokasi sepeda motor ditemukan.
Olah TKP Temukan Bekas Ban Mengarah ke Irigasi
Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara di jalan DPU Sukorejo-Bolali menemukan sejumlah petunjuk penting terkait kecelakaan tersebut.
Di lokasi ditemukan bekas jalur ban kendaraan yang mengarah masuk ke saluran irigasi.
Temuan itu memperkuat dugaan bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal sebelum akhirnya tercebur ke dalam aliran air. Polisi menduga sepeda motor korban oleng saat melintas di jalur tersebut pada malam hari.
Korban Diduga Kelelahan Saat Berkendara
Berdasarkan keterangan polisi, pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB, korban diketahui baru pulang bermain sepak bola di wilayah Sleman bersama rekannya.
Sebelum melanjutkan perjalanan pulang menuju Sukoharjo, korban sebenarnya sempat diminta beristirahat di rumah temannya. Namun korban memilih tetap melanjutkan perjalanan malam itu.
Polisi menduga kondisi tubuh korban yang kelelahan membuat konsentrasinya menurun saat berkendara. Ditambah kondisi jalan yang licin dan arus air irigasi yang deras usai hujan, korban diduga kehilangan kendali hingga sepeda motornya masuk ke saluran air.
Arus Irigasi Deras Diduga Seret Tubuh Korban
Saluran irigasi di kawasan tersebut diketahui memiliki arus cukup kuat, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah Klaten pada malam hari. Petugas menduga tubuh korban terseret arus sejauh ratusan meter sebelum akhirnya ditemukan warga keesokan paginya.
Kondisi itu membuat proses pencarian korban sempat mengalami kesulitan karena minimnya pencahayaan pada malam hari. Warga sekitar juga menyebut area jalan dekat saluran irigasi memang cukup rawan, terutama saat hujan turun dan kondisi jalan menjadi licin.
Warga Diminta Lebih Waspada Saat Berkendara Malam
Peristiwa pria ditemukan tewas di irigasi Klaten ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara malam hari, terutama dalam kondisi tubuh lelah.
Kepolisian mengimbau pengendara untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika kondisi fisik sudah menurun. Selain itu, masyarakat juga diminta lebih waspada saat melintasi jalur dekat saluran air atau area minim penerangan.
Pria Ditemukan Tewas di Irigasi Klaten Jadi Perhatian Warga
Kabar meninggalnya Jumadi alias Ketel langsung menyebar cepat di lingkungan warga Sukoharjo dan Klaten. Banyak warga merasa prihatin atas kejadian tersebut, apalagi korban diketahui baru pulang berolahraga bersama teman-temannya.
Pihak keluarga korban juga telah menerima penjelasan dari kepolisian terkait dugaan penyebab kecelakaan. Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh kronologi kejadian sebelum menutup penyelidikan.
Peristiwa pria ditemukan tewas di irigasi Klaten ini sekaligus menjadi peringatan tentang pentingnya menjaga kondisi tubuh dan keselamatan saat berkendara, khususnya pada malam hari dan setelah melakukan aktivitas berat.(*)