DMNETWORK.COM — Viral Pocong Keliling menjadi perbincangan luas di media sosial setelah sejumlah video dan rekaman kamera pengawas memperlihatkan sosok menyerupai pocong berkeliaran di kawasan permukiman warga. Fenomena tersebut memicu kepanikan masyarakat, terutama setelah muncul dugaan bahwa aksi itu bukan kejadian mistis, melainkan bagian dari modus kriminal untuk meneror penghuni rumah.
Salah satu video yang ramai dibagikan berasal dari wilayah Tangerang Selatan. Rekaman CCTV memperlihatkan sosok berpakaian putih menyerupai pocong berdiri dan bergerak di sekitar rumah warga pada malam hari. Tayangan itu cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Namun belakangan, aparat kepolisian memastikan fenomena tersebut lebih mengarah pada aksi penyamaran yang sengaja dilakukan untuk menakut-nakuti warga dan membuka peluang tindak kriminal.
Viral Pocong Keliling Diduga Jadi Modus Teror
Unggahan akun media sosial yang membahas fenomena Viral Pocong Keliling menyebut aksi tersebut diduga sengaja dilakukan untuk menciptakan kepanikan di lingkungan warga.
Narasi yang beredar menyebut pelaku memanfaatkan ketakutan masyarakat terhadap hal mistis agar penghuni rumah panik dan membuka pintu rumah saat malam hari. Dalam kondisi itulah pelaku diduga mencoba melakukan pencurian atau tindakan kriminal lainnya.
Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap isu yang belum terbukti kebenarannya. Menurut Indra, polisi saat ini masih melakukan pemantauan terhadap laporan warga terkait kemunculan sosok pocong jadi-jadian tersebut.
“Jangan sampai masyarakat merasa takut lalu situasi itu dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan,” ujar Andi Muhammad Indra, Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, tanpa harus terjebak pada kepanikan berlebihan akibat isu yang belum terverifikasi.
Polisi Tingkatkan Patroli Malam
Menyikapi fenomena Viral Pocong Keliling, pihak kepolisian memastikan patroli malam akan diperketat di sejumlah wilayah permukiman warga. Patroli dilakukan bersama personel Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga perangkat lingkungan guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali.
Selain patroli rutin, polisi juga mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan ronda malam atau sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai langkah antisipasi tindak kriminal.
Menurut kepolisian, keberadaan warga yang aktif menjaga lingkungan menjadi salah satu cara paling efektif mencegah aksi pencurian maupun teror yang memanfaatkan kondisi sepi pada malam hari.
Polisi juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya karena dapat memicu keresahan baru di tengah masyarakat.
Viral Pocong Keliling Juga Terjadi di Jawa Barat
Fenomena Viral Pocong Keliling ternyata tidak hanya muncul di Tangerang Selatan. Sejumlah laporan serupa juga muncul di beberapa daerah di Jawa Barat, termasuk kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahkan ikut menyoroti fenomena tersebut melalui media sosial pribadinya. Menurut Dedi, aksi oknum berpakaian pocong di sejumlah wilayah telah mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat.
“Ini memang menjadi hal yang meresahkan warga,” kata Dedi Mulyadi dalam unggahan di akun Instagramnya. Ia mencontohkan kejadian di kawasan Lembang, di mana oknum berpakaian pocong disebut sempat ditertibkan oleh Satpol PP karena melakukan aksi meminta uang kepada pengendara di siang hari.
“Harusnya pocong keluar malam hari, ini malah siang hari minta-minta ke setiap mobil yang lewat,” ujar Dedi sambil menyindir fenomena tersebut. Menurutnya, aksi itu tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas.
Modus Pocong Dinilai Semakin Beragam
Dedi Mulyadi mengungkapkan modus yang menggunakan kostum pocong kini semakin beragam dan tidak selalu berkaitan dengan aksi iseng belaka. Di beberapa daerah, kata dia, terdapat laporan pocong jadi-jadian yang diduga digunakan untuk mencuri ternak hingga mengetuk rumah warga pada malam hari.
“Ada pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada juga yang mengetuk rumah dengan berbagai modus,” ungkapnya. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa simbol-simbol horor yang selama ini identik dengan cerita mistis mulai dimanfaatkan sebagian oknum untuk kepentingan tertentu.
Mulai dari meminta uang di jalan, membuat konten demi viral di media sosial, hingga dugaan pencurian dan perampokan menjadi bagian dari pola yang kini mulai diwaspadai aparat keamanan.
Imbauan Aktifkan Siskamling dan Tetap Rasional
Meningkatnya keresahan akibat Viral Pocong Keliling membuat pemerintah daerah dan aparat keamanan mengajak masyarakat tetap rasional dalam menyikapi informasi yang beredar.
Warga diminta tidak terpancing kepanikan maupun isu mistis yang belum tentu benar. Sebaliknya, masyarakat diajak memperkuat keamanan lingkungan melalui ronda malam dan komunikasi antarwarga.
Keaktifan siskamling dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kriminal yang mencoba memanfaatkan ketakutan masyarakat.
Pemerintah juga mengingatkan agar media sosial tidak dijadikan sarana menyebarkan informasi menyesatkan yang dapat memperkeruh situasi di tengah masyarakat.(*)