LAMONGAN, DMNETWORK — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono menilai Kabupaten Lamongan layak menjadi contoh dalam upaya percepatan tanam padi nasional. Daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional itu dinilai berhasil menjaga produktivitas pertanian melalui pola tanam yang berkelanjutan dan efisien.
Hal tersebut disampaikan Sudaryono saat menghadiri Gerakan Tanam Padi Serentak di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa percepatan luas tambah tanam menjadi salah satu strategi penting pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus memperkuat target swasembada pangan.
Menurut Sudaryono, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang dimiliki, tetapi juga kemampuan memanfaatkan lahan secara optimal melalui percepatan masa tanam setelah panen.
“Begitu panen selesai, lahan harus segera diolah dan ditanami kembali. Dengan cara itu produktivitas meningkat dan stok pangan nasional tetap terjaga,” ujarnya.
Lamongan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki rekam jejak yang kuat sebagai sentra produksi padi. Kabupaten ini tercatat sebagai daerah dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur. Pada tahun 2025, produksi padi Lamongan mencapai sekitar 1,33 juta ton, menjadikannya salah satu penopang utama pasokan beras nasional.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mencatat realisasi luas tambah tanam yang terus meningkat. Hingga awal Mei 2026, luas tanam telah mencapai puluhan ribu hektare dan menjadi bagian dari target tahunan yang lebih besar untuk mendukung peningkatan produksi pangan.
Gerakan Tanam Padi Serentak sendiri merupakan program nasional yang digelar Kementerian Pertanian di berbagai provinsi. Program tersebut bertujuan mempercepat penanaman pada lahan pertanian produktif sehingga siklus produksi pangan dapat berlangsung lebih cepat dan berkesinambungan.
Selain mendorong peningkatan produksi, program itu juga menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan iklim yang dapat memengaruhi sektor pertanian dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono memastikan kondisi pangan nasional masih berada dalam situasi yang aman. Menurut dia, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang, ditambah produksi yang masih berada di lahan pertanian dan pasokan yang beredar di masyarakat, menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pangan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan pasokan melalui penguatan irigasi, pompanisasi, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta pendampingan kepada petani di berbagai daerah.
Bagi pemerintah, keberhasilan daerah seperti Lamongan menjadi bukti bahwa peningkatan produksi pangan dapat dicapai melalui sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Model tersebut diharapkan dapat direplikasi di berbagai sentra pertanian lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan, percepatan tanam yang dilakukan petani Lamongan dinilai menjadi gambaran bagaimana produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan tanpa harus menunggu perluasan lahan dalam skala besar.
Dengan strategi itu, pemerintah berharap target swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda utama pembangunan sektor pertanian dapat tercapai secara berkelanjutan.(Rist)