Prabowo Subianto Salat Iduladha 2026 di Prancis, 5 Masjid Ikonik Jadi Sorotan Dunia Muslim

5 Min Read
Prabowo Subianto dijadwalkan salat Iduladha di Prancis bersama komunitas muslim Eropa (gk/DMnetwork)

DMNETWORK.COM – Prabowo Subianto dijadwalkan salat Iduladha di Prancis menjadi perhatian publik internasional di tengah agenda kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia ke kawasan Eropa.

Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah itu dinilai memiliki makna diplomatik sekaligus simbolik, mengingat Prancis merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di Eropa Barat.

Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan salat Iduladha pada Rabu, 27 Mei 2026 waktu setempat. Hingga kini, pemerintah belum memastikan lokasi masjid yang akan dipilih Presiden untuk menunaikan salat Id.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan Presiden masih berada di Prancis ketika Hari Raya Iduladha berlangsung sehingga pelaksanaan ibadah akan menyesuaikan agenda kenegaraan dan situasi di lokasi kunjungan.

- Iklan -
Ad imageAd image

Menurut Juri, pemilihan masjid masih bersifat fleksibel dan mempertimbangkan pengamanan serta rangkaian agenda diplomatik Presiden selama berada di Prancis.

Prancis dikenal sebagai salah satu pusat komunitas muslim terbesar di kawasan Eropa Barat. Negara tersebut memiliki lebih dari 2.300 masjid yang tersebar di berbagai kota besar maupun kawasan pinggiran.

Keberadaan komunitas muslim yang besar membuat pelaksanaan salat Iduladha Presiden Prabowo di Prancis menarik perhatian publik, termasuk diaspora Indonesia yang tinggal di Eropa.

Selain sebagai kegiatan ibadah, momen tersebut dinilai memperlihatkan kedekatan diplomasi Indonesia dengan masyarakat lintas budaya dan agama di Eropa.

Pengamat hubungan internasional menilai simbol kehadiran Presiden Indonesia di tengah komunitas muslim Eropa memiliki pesan penting mengenai toleransi, moderasi beragama, dan hubungan antarbangsa.

- Iklan -
Ad image

Salah satu lokasi yang paling banyak diperbincangkan adalah Grande Mosquée de Paris atau Masjid Agung Paris.

Masjid tersebut merupakan salah satu ikon Islam paling bersejarah di Prancis. Dibangun pada 1926, masjid itu dikenal sebagai masjid terbesar sekaligus tertua di negara tersebut.

Bangunan bergaya arsitektur Moor itu memiliki menara ikonik, taman khas Andalusia, hingga pusat kebudayaan Islam yang sering menjadi tempat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat muslim Paris.

Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Agung Paris juga memiliki nilai sejarah panjang dalam hubungan Prancis dengan dunia Islam. Di masa Perang Dunia II, masjid tersebut dikenal pernah membantu melindungi warga Yahudi dari kejaran Nazi dengan memberikan perlindungan dan identitas palsu.

Selain Masjid Agung Paris, beberapa masjid besar lain di Prancis juga disebut berpotensi menjadi lokasi salat Iduladha Presiden. Salah satunya adalah Grande Mosquée de Lyon yang dikenal sebagai pusat kegiatan umat muslim di Kota Lyon.

Masjid tersebut aktif menjadi pusat pendidikan Islam, dialog antaragama, hingga kegiatan sosial masyarakat muslim di wilayah Prancis bagian tenggara. Kemudian ada pula Grande Mosquée d’Évry yang selama ini dikenal sebagai simbol keberagaman budaya dan agama di kawasan pinggiran Paris.

Masjid lainnya yang cukup dikenal yakni Mosquée Al Fath, Mosquée Sounna de Besançon, hingga Masjid Omar Ibn Al-Khattab. Sementara itu, Masjid Khaled ibn El Walid juga menjadi salah satu masjid yang dikenal luas karena kubah hijau khasnya yang mencolok.

Keberadaan masjid-masjid besar di Prancis tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata. Dalam perkembangan komunitas muslim Eropa, masjid juga menjadi pusat pendidikan, budaya, dan penguatan identitas sosial.

Banyak masjid di Prancis yang aktif menggelar pendidikan bahasa Arab, kajian Islam, kegiatan sosial, hingga forum dialog lintas agama.

Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas muslim di Prancis juga menghadapi tantangan terkait isu integrasi sosial, sekularisme, hingga meningkatnya sentimen antiimigran di sebagian wilayah Eropa.

Karena itu, kehadiran Presiden Indonesia di tengah masyarakat muslim Prancis dinilai memiliki makna moral dan diplomatik yang cukup besar. Indonesia selama ini dikenal sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia yang mengedepankan nilai moderasi dan toleransi beragama.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis tidak hanya berfokus pada hubungan bilateral di bidang ekonomi dan pertahanan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan budaya antarnegara.

Momentum Iduladha di luar negeri dinilai menjadi gambaran bahwa diplomasi Indonesia juga hadir melalui pendekatan kemanusiaan dan nilai keagamaan.

Publik kini menantikan masjid mana yang akhirnya dipilih Presiden untuk melaksanakan salat Iduladha di Prancis, sekaligus menjadi simbol kedekatan Indonesia dengan komunitas muslim internasional.(*)

Share This Article