Prabowo dan Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Palestina

5 Min Read
Presiden Prabowo Subianto dan Emmanuel Macron membahas solusi dua negara untuk Palestina di Istana Élysée Paris (cc/DMnetwork)

DMNETWORK.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki kesamaan pandangan terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel melalui penerapan solusi dua negara untuk Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis dan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas sejumlah isu strategis internasional, termasuk kondisi geopolitik Timur Tengah yang hingga kini masih diwarnai konflik dan ketegangan berkepanjangan.

Prabowo mengatakan Indonesia menyambut baik posisi Prancis yang aktif mendorong dukungan internasional terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil bagi Palestina dan Israel.

- Iklan -
Ad imageAd image

Menurut Presiden RI, penyelesaian konflik melalui pendekatan damai merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus mengurangi dampak global yang ditimbulkan akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

“Saya juga sangat gembira bahwa Prancis menjadi salah satu pelopor yang mengajak banyak negara di Eropa dan Barat untuk mendukung solusi dua negara bagi kemerdekaan Palestina,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo kembali menegaskan sikap konsisten Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina sebagai amanat konstitusi sekaligus bagian dari komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.

Ia menilai perdamaian di kawasan Timur Tengah tidak akan tercapai tanpa adanya penerapan solusi dua negara yang menjamin keadilan bagi rakyat Palestina.

“Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara dan tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” ujar Prabowo.

- Iklan -
Ad image

Dalam kesempatan itu, Prabowo dan Macron juga sepakat bahwa stabilitas Timur Tengah menjadi kepentingan bersama bagi banyak negara di dunia. Kondisi kawasan tersebut dinilai memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan energi global dan rantai pasok internasional.

Ketegangan yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah, menurut kedua kepala negara, dapat berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dunia, termasuk sektor perdagangan dan energi.

Karena itu, Indonesia dan Prancis menilai penting adanya keterlibatan aktif komunitas internasional untuk mendorong solusi damai dan menjaga stabilitas kawasan.

Selain membahas isu Palestina-Israel, kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis juga difokuskan pada penguatan hubungan bilateral kedua negara di berbagai sektor strategis.

Salah satu agenda penting yang dibahas adalah pembentukan France-Indonesia High Level Business Council atau forum bisnis tingkat tinggi Indonesia-Prancis.

Forum tersebut diharapkan mampu memperkuat kerja sama investasi dan hubungan ekonomi antara kedua negara melalui keterlibatan langsung para pelaku usaha dan investor strategis.

Indonesia dan Prancis saat ini diketahui menjalin kerja sama di berbagai bidang penting, mulai dari pertahanan, pendidikan, riset dan teknologi, hingga pengembangan energi bersih.

Hubungan ekonomi kedua negara juga diperkuat melalui kerangka Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA yang saat ini terus didorong penyelesaiannya.

Pemerintah Indonesia memandang kerja sama ekonomi dengan Prancis dan Uni Eropa memiliki potensi besar untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai investasi dan perdagangan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan langkah pemerintah Indonesia untuk memperluas pengajaran bahasa Prancis di berbagai jenjang pendidikan nasional.

Menurut Prabowo, penguatan kemampuan bahasa asing menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah dinamika global yang terus berubah.

Ia menilai hubungan Indonesia dan Prancis tidak hanya penting dalam bidang diplomasi dan ekonomi, tetapi juga dalam kerja sama pendidikan, budaya, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Pengajaran bahasa Prancis dinilai dapat mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama akademik dan profesional di masa depan.

Menutup keterangannya, Presiden Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia dan Prancis dapat memainkan peran positif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.

“Kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik, kedua negara kita bisa memainkan suatu peranan yang positif,” kata Prabowo.

Presiden juga menegaskan Indonesia akan terus konsisten mendorong berbagai upaya diplomasi dan pemeliharaan perdamaian dunia.

Menurutnya, konflik dan peperangan tidak akan membawa manfaat bagi negara mana pun di tengah dunia yang kini semakin terhubung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis pun menjadi bagian penting dari diplomasi aktif Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus mendorong terciptanya stabilitas global yang lebih damai dan berkelanjutan.(*)

Share This Article