SUKOHARJO, DMNETWORK — Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Tengah, Wawan Pramono, menilai keberadaan Ronce Stable di Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, dapat menjadi pusat pembelajaran peternakan yang terbuka bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa.
Pernyataan tersebut disampaikan Wawan saat mendampingi Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengunjungi Ronce Stable yang dikelola Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sukoharjo, Nicolaus Roni Setiawan, Rabu (10/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wawan Pramono, Don Muzakir, dan Nicolaus Roni Setiawan turut menikmati susu kambing etawa hasil peternakan setempat. Momen itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Susu Nusantara yang diisi dengan diskusi mengenai pengembangan peternakan rakyat dan regenerasi peternak muda.
Menurut Wawan, salah satu tantangan sektor peternakan saat ini adalah minimnya ruang belajar yang dapat diakses secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, keberadaan kawasan peternakan yang juga berfungsi sebagai sarana edukasi memiliki nilai strategis bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang peternakan.
“Tempat seperti ini bisa dijadikan rujukan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin belajar beternak. Yang menarik, mereka bisa belajar langsung di lapangan tanpa dipungut biaya,” kata Wawan.
Ia menjelaskan, proses pembelajaran tidak hanya sebatas mengenal jenis-jenis ternak, tetapi juga memahami manajemen kandang, pemeliharaan hewan, pengolahan pakan, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor peternakan.
Menurut dia, pengalaman belajar secara langsung di lapangan akan memberikan pemahaman yang lebih kuat dibandingkan teori yang diperoleh di ruang kelas. Karena itu, Tani Merdeka Indonesia mendorong lahirnya lebih banyak kawasan percontohan yang dapat menjadi laboratorium terbuka bagi masyarakat.
Wawan menilai Ronce Stable telah menunjukkan bagaimana peternakan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kalau anak-anak sekolah, mahasiswa, atau masyarakat bisa datang dan belajar langsung, maka akan tumbuh minat baru terhadap sektor peternakan. Dari sinilah calon-calon peternak masa depan dapat lahir,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Don Muzakir menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan Nicolaus Roni Setiawan dalam mengembangkan kawasan peternakan yang terintegrasi dengan kegiatan edukasi masyarakat.
Sementara itu, Nicolaus Roni Setiawan mengatakan dirinya terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar mengenai peternakan, baik kelompok pelajar, mahasiswa, komunitas, maupun masyarakat umum.
Menurut Roni, semakin banyak masyarakat yang memahami sektor peternakan, semakin besar pula peluang lahirnya usaha-usaha baru yang mampu mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Tani Merdeka Indonesia dalam mendorong pengembangan peternakan rakyat sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan nasional, sekaligus memperluas akses pembelajaran bagi generasi muda yang tertarik menekuni sektor pertanian dan peternakan. (Rist)