Prabowo Bongkar Alasan Bentuk Koperasi Merah Putih: Biar Rakyat Tak Terjebak Rentenir

3 Min Read
Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7), disambut antusias para pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). (Foto: BakomRI)

Dari situ saya melihat kita harus menjaga dan memelihara kemampuan desa-desa.

JAKARTA, DMNETWORK – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah lama ia pikirkan, jauh sebelum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Menurut Prabowo, ide tersebut berangkat dari pengalamannya ketika bertugas sebagai prajurit TNI di berbagai pelosok Indonesia. Saat itu, ia melihat langsung kehidupan masyarakat desa yang masih hidup dalam keterbatasan, termasuk kesulitan memperoleh pangan.

“Bahkan saya pernah melihat orang meninggal karena kelaparan,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Minggu (12/7).

Pengalaman tersebut, kata Prabowo, menumbuhkan keyakinannya bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Ia menilai desa merupakan fondasi kekuatan bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Dari situ saya melihat kita harus menjaga dan memelihara kemampuan desa-desa. Indonesia merdeka, perang kemerdekaan kita, kekuatan kita ada di desa-desa,” katanya.

Selain persoalan kemiskinan, Prabowo juga menyoroti banyaknya masyarakat berpenghasilan rendah yang terjebak utang berbunga tinggi. Menurut dia, pendapatan yang tidak menentu sering kali memaksa masyarakat meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun biaya pendidikan dan kesehatan.

Di sisi lain, rendahnya literasi keuangan membuat sebagian masyarakat memilih meminjam kepada rentenir atau lintah darat dengan bunga yang tinggi. Kondisi itu, menurut Prabowo, justru memperburuk keadaan ekonomi keluarga.

Ia juga menilai terdapat ketimpangan dalam akses pembiayaan. Pelaku usaha besar, kata dia, dapat memperoleh restrukturisasi bahkan penghapusan utang dari lembaga keuangan, sementara masyarakat kecil tidak memiliki kesempatan serupa.

Karena itu, Prabowo menilai koperasi simpan pinjam perlu hadir di setiap desa agar masyarakat memiliki akses pembiayaan dengan bunga yang terjangkau.

“Tidak ada jalan. Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah.”

“Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” ujarnya.

- Iklan -
Ad image

Prabowo mengatakan, berbagai pengalaman tersebut menjadi dasar pemerintah membentuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia berharap koperasi tidak hanya menjadi sarana pembiayaan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Selain itu, koperasi diharapkan menjadi saluran distribusi berbagai barang bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

“Hampir semua barang subsidi bisa kita salurkan melalui koperasi supaya tidak diselewengkan. Karena banyak barang subsidi diselewengkan, tidak sampai ke rakyat,” kata Prabowo.

Menurut dia, pemerintah memilih mempercepat pembentukan KDKMP karena persoalan yang dihadapi masyarakat tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara biasa.

“Itu latar belakang Koperasi Merah Putih. Kita mulai rapat, kita mulai susun, kita mulai merencanakan. Kita bisa laksanakan dengan cara-cara biasa, tetapi rakyat yang susah tidak dalam keadaan biasa. Mereka memerlukan tindakan cepat dan tidak bisa kita lakukan dengan cara-cara biasa,” tutur Prabowo.***

Share This Article
error: Content is protected !!