Jelang HUT ke-81 RI, Indonesia Kembali Ekspor Beras Premium ke Malaysia

4 Min Read
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, kembali dibukanya ekspor menunjukkan kondisi produksi dan stok beras nasional cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memasok pasar luar negeri. ( Dok Istimewa)

DMNETWORK.COM, JAKARTA – Indonesia kembali membuka ekspor beras ke pasar internasional menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kali ini, pemerintah menyepakati pengiriman 200.000 ton beras premium ke Malaysia secara bertahap.

Dari total kerja sama senilai sekitar Rp3,39 triliun tersebut, pengiriman awal sebanyak 1.000 ton akan menjadi tahap pertama ekspor beras Indonesia ke Malaysia.

Harga beras premium yang disepakati berada di kisaran Rp17.000 atau sekitar 3,9 ringgit per kilogram.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengatakan, kembali dibukanya ekspor menunjukkan kondisi produksi dan stok beras nasional cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memasok pasar luar negeri.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Ini kabar baik untuk Indonesia. Kita sudah swasembada beras. Stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan, kita sudah sewa gudang 2 juta ton. Kita surplus,” ujar Amran saat penandatanganan kerja sama ekspor beras Indonesia ke Malaysia di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Produksi Nasional Berada di Atas Konsumsi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional yang berada di kisaran 30 juta hingga 31 juta ton.

Dengan produksi tersebut, Indonesia mencatat surplus sekitar 4 juta ton sepanjang 2025.

Produksi beras pada 2026 diperkirakan kembali mengalami peningkatan. Saat ini, stok beras nasional tercatat sekitar 5,2 juta ton dan disebut mampu menjaga ketersediaan cadangan pangan hingga Mei 2027.

Amran menegaskan, surplus produksi memberikan ruang bagi Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri tanpa mengurangi pasokan bagi masyarakat di dalam negeri.

“Produksi 2026 dengan 2025 itu surplus 8 juta ton. Sedangkan kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton. Oleh karena itu, dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” katanya.

Ekspor Dipastikan Tidak Mengurangi Stok Dalam Negeri

Pemerintah memastikan ekspor beras ke Malaysia tetap memperhatikan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

- Iklan -
Ad image

Kecukupan stok dan stabilitas harga pangan nasional menjadi prioritas sebelum beras dipasarkan ke luar negeri. Dengan demikian, ekspor dilakukan berdasarkan kondisi produksi dan ketersediaan beras yang dinilai mencukupi.

Di sisi lain, pemerintah Malaysia menyambut positif kerja sama tersebut. Kementerian Pertanian Malaysia bahkan membuka peluang peningkatan volume impor beras dari Indonesia pada masa mendatang.

Khusus Sarawak, kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 200.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan beras Malaysia secara keseluruhan berada pada kisaran 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun.

Amran menyebut kerja sama tersebut menjadi perkembangan penting dalam hubungan perdagangan pangan Indonesia dan Malaysia.

“Ini sejarah baru antara Indonesia dengan Malaysia untuk perberasan. Moga-moga ke depan ini semua lancar,” ujarnya.

Menurut Amran, peluang peningkatan volume ekspor terbuka seiring besarnya kebutuhan beras Malaysia.

Libatkan Banyak Pihak

Ekspor beras tersebut juga dinilai sebagai gambaran meningkatnya kemampuan produksi pangan Indonesia.

Amran menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung pencapaian swasembada beras, termasuk para petani, masyarakat, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BUMN, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, mengatakan kerja sama tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perdagangan.

Menurutnya, ekspor beras dapat menjadi sarana mempererat kembali hubungan Indonesia dan Malaysia yang telah berlangsung lama.

Pengiriman perdana 1.000 ton juga akan dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi promosi untuk memperkenalkan produk beras Indonesia kepada konsumen di Sarawak dan Malaysia.

“1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak dan Malaysia,” kata Jumaat.

Untuk pengiriman tahap awal, beras Indonesia tersebut direncanakan masuk ke Sarawak melalui jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat.***

Share This Article
error: Content is protected !!