Karena itu, BMKG belum menyimpulkan bahwa Anak Krakatau merupakan sumber dentuman.
BANDUNG, DMNETWORK – Suara dentuman keras menggegerkan masyarakat di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat, pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.
Sejumlah warga melaporkan mendengar suara seperti ledakan yang muncul berulang. Dentuman tersebut bahkan disebut membuat kaca dan pintu rumah bergetar.
Fenomena itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai sumber suara. Namun, hingga Sabtu siang, asal-usul dentuman tersebut belum sepenuhnya terjawab.
BMKG: Tidak Ada Gempa yang Menjelaskan Dentuman
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan, BMKG telah memeriksa sejumlah data untuk mengetahui penyebab dentuman.
Hasil pemantauan menunjukkan tidak terdapat aktivitas gempa di wilayah Bandung Raya yang dapat menjelaskan suara tersebut. Aktivitas kegempaan di sekitar Sesar Lembang juga tidak menunjukkan peningkatan signifikan.
BMKG juga tidak menemukan aktivitas petir yang cukup kuat di Bandung pada saat dentuman dilaporkan terjadi.
Karena tidak ditemukan sumber dari aktivitas gempa maupun petir, BMKG menyebut fenomena tersebut sebagai skyquake atau dentuman langit.
Namun, istilah tersebut belum berarti BMKG telah mengetahui sumber sebenarnya.
Skyquake merupakan istilah untuk suara dentuman keras yang terdengar di atmosfer atau permukaan bumi, tetapi sumbernya tidak mudah diidentifikasi. Penyebab fenomena tersebut sendiri masih belum memiliki penjelasan akademis yang tuntas.
Bersamaan dengan Erupsi Anak Krakatau
Di tengah misteri tersebut, terdapat fakta lain yang menarik perhatian.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memang sedang mengalami aktivitas erupsi pada waktu yang berdekatan dengan laporan dentuman di Bandung.
Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut erupsi tersebut berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Aktivitas erupsi menampilkan semburan merah menyala yang disebut menyerupai lava fountain atau air mancur lava.

Badan Geologi kemudian menduga suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Namun, kata yang digunakan adalah “diduga berkaitan”, bukan kepastian bahwa sumber dentuman di Bandung berasal dari Anak Krakatau.
Mengapa Masih Menjadi Perdebatan?
Di sinilah persoalannya.
BMKG menemukan adanya aktivitas vulkanik di sekitar Krakatau pada waktu yang berdekatan dengan munculnya laporan dentuman. Akan tetapi, menurut BMKG, jika suara erupsi Anak Krakatau merambat hingga Bandung, terdapat sejumlah hal yang masih perlu dijelaskan.
Salah satunya adalah pola wilayah yang melaporkan dentuman. Suara tersebut banyak dilaporkan terdengar di Bandung Raya, sementara sejumlah daerah yang secara geografis lebih dekat dengan Krakatau tidak melaporkan fenomena serupa pada saat yang sama.
Karena itu, BMKG belum menyimpulkan bahwa Anak Krakatau merupakan sumber dentuman.
Ada pula kemungkinan lain yang disebut BMKG, yakni aktivitas gas di kawasan Danau Purba Bandung. Namun, dugaan tersebut juga masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan belum dapat disebut sebagai penyebab dentuman.
Kesimpulan Sementara
Dengan demikian, informasi yang beredar bahwa “dentuman Bandung dipastikan berasal dari Anak Krakatau” belum tepat.
Faktanya, Anak Krakatau memang sedang mengalami erupsi pada waktu yang berdekatan, dan Badan Geologi menduga aktivitas tersebut berkaitan dengan dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, BMKG belum menemukan bukti kegempaan yang menjadi penyebab dentuman dan masih menyebutnya sebagai fenomena skyquake.
Dengan demikian, misteri dentuman Bandung belum sepenuhnya selesai. Penelitian dan pencocokan data antara aktivitas vulkanik, atmosfer, serta laporan masyarakat masih diperlukan untuk memastikan sumber suara tersebut.
Yang juga penting, sampai informasi terbaru yang tersedia, tidak ada dasar untuk menyimpulkan dentuman tersebut sebagai tanda akan terjadi tsunami di Bandung. Masyarakat sebaiknya tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi.
Sumber foto Gunung Anak Krakatau: tersedia dari hasil penelusuran visual di atas. (rist)