UMKM dan Ekonomi Lokal Berpeluang Tumbuh, Reaktivasi Bandara Adisutjipto Didukung Pemkab Sleman

7 Min Read
Reaktivasi Bandara Adisutjipto didukung Pemkab Sleman untuk memperkuat ekonomi dan UMKM (gh/DMnetwork)

DMNETWORK.COM – Reaktivasi Bandara Adisutjipto mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Rencana pengaktifan kembali bandara tersebut untuk melayani penerbangan sipil komersial dinilai berpotensi membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan konektivitas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menilai keberadaan bandara dengan fungsi komersial aktif akan memberikan dampak luas bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, akses transportasi udara yang semakin mudah akan mempercepat mobilitas manusia, barang, investasi, hingga aktivitas pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Sleman.

Rencana ini juga muncul di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi daerah. Kabupaten Sleman dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan investasi yang positif, sehingga kebutuhan terhadap akses transportasi yang cepat dan efisien menjadi semakin penting.

- Iklan -
Ad imageAd image

Bupati Harda Kiswaya menyambut baik rencana pemerintah pusat untuk mengoptimalkan kembali fungsi Bandara Adisutjipto sebagai bandara komersial. Menurutnya, keberadaan bandara yang berlokasi di wilayah Sleman tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung pergerakan masyarakat dari dan menuju Yogyakarta.

Kemudahan akses transportasi udara diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pelaku usaha, investor, hingga akademisi yang memiliki kepentingan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

“Kalau kami tentu sangat senang. Apa pun itu, ketika kita memiliki bandara yang aktif dan berfungsi optimal, dampaknya akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Harda.

Ia menilai bahwa konektivitas merupakan salah satu faktor utama yang menentukan daya saing suatu daerah.

Semakin mudah suatu wilayah dijangkau, semakin besar peluang munculnya aktivitas ekonomi baru yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

- Iklan -
Ad image

Karena itu, Reaktivasi Bandara Adisutjipto dipandang sebagai langkah strategis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Sleman maupun Daerah Istimewa Yogyakarta secara keseluruhan.

Salah satu sektor yang diperkirakan akan merasakan dampak positif secara langsung adalah UMKM. Harda menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah orang yang datang ke Yogyakarta akan menciptakan peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Produk kuliner, kerajinan tangan, fesyen, ekonomi kreatif, hingga jasa pariwisata berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya arus kunjungan. Menurutnya, kemudahan akses transportasi akan membuat wisatawan maupun pelaku bisnis lebih mudah menjangkau berbagai destinasi dan pusat ekonomi yang berada di Sleman.

Kondisi tersebut secara otomatis akan meningkatkan perputaran uang di masyarakat.

“Kalau akses semakin dekat dan mudah dijangkau, tentu orang akan lebih banyak datang. Dampaknya akan dirasakan UMKM, sektor pendidikan, kegiatan sosial masyarakat, hingga pengembangan pengetahuan,” katanya.

Peningkatan mobilitas masyarakat juga diyakini akan memperluas jaringan pemasaran produk lokal yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Dengan bertambahnya jumlah pengunjung, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas. Selain manfaat ekonomi, Pemkab Sleman melihat adanya dampak positif lain yang tidak kalah penting.

Kemudahan transportasi udara dinilai dapat memperkuat hubungan sosial antardaerah serta mempercepat pertukaran informasi, ilmu pengetahuan, dan budaya.

Dalam era mobilitas tinggi seperti saat ini, akses transportasi menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan kolaborasi lintas wilayah.

Sleman yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan nasional dengan keberadaan berbagai perguruan tinggi ternama berpotensi memperoleh keuntungan dari meningkatnya konektivitas transportasi.

Mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku industri dapat lebih mudah melakukan perjalanan untuk kepentingan akademik maupun profesional.

Karena itu, manfaat Reaktivasi Bandara Adisutjipto tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh bidang sosial dan pendidikan yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Harda menjelaskan bahwa saat ini Bandara Adisutjipto sebenarnya masih beroperasi, meskipun aktivitasnya tidak lagi menjadi pusat penerbangan komersial utama di Yogyakarta.

Sejak beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), sebagian besar layanan penerbangan sipil komersial dipindahkan ke bandara baru tersebut. Namun demikian, Adisutjipto tetap menjalankan fungsi tertentu, termasuk untuk penerbangan militer dan aktivitas penerbangan terbatas lainnya.

Karena itu, pemerintah daerah menilai infrastruktur yang ada masih memiliki potensi untuk dioptimalkan kembali guna mendukung kebutuhan transportasi udara masyarakat.

Jika rencana reaktivasi benar-benar direalisasikan, maka Bandara Adisutjipto berpeluang kembali menjadi salah satu gerbang strategis yang melayani pergerakan penumpang ke Yogyakarta.

Rencana pengaktifan kembali fungsi komersial Bandara Adisutjipto tidak terlepas dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pemerintah pusat sebelumnya mendorong reaktivasi dan optimalisasi sejumlah bandara yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, Bandara Husein Sastranegara di Bandung juga masuk dalam daftar bandara yang akan dioptimalkan kembali.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas nasional sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur transportasi yang telah tersedia.

Dengan meningkatnya konektivitas udara, pemerintah berharap aktivitas perdagangan, investasi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat dapat tumbuh lebih cepat. Bagi Kabupaten Sleman, rencana ini dipandang sebagai peluang untuk memperkuat posisi daerah sebagai pusat ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di Yogyakarta.

Kehadiran bandara yang aktif diyakini akan mempercepat arus kunjungan wisatawan domestik maupun internasional. Di sisi lain, pelaku usaha lokal juga berpeluang memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi yang tercipta.

Meski masih menunggu keputusan dan tahapan teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat, dukungan yang diberikan Pemkab Sleman menunjukkan bahwa daerah melihat prospek besar dari kebijakan tersebut.

Pada akhirnya, Reaktivasi Bandara Adisutjipto tidak hanya berbicara tentang menghidupkan kembali sebuah bandara. Lebih dari itu, kebijakan ini dipandang sebagai instrumen pembangunan yang dapat memperkuat ekonomi lokal, memperluas peluang usaha, meningkatkan investasi, serta membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.

Jika terealisasi sesuai rencana, Bandara Adisutjipto berpotensi kembali menjadi salah satu simpul penting yang menghubungkan Yogyakarta dengan berbagai wilayah di Indonesia sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Sleman dan sekitarnya.(*)

Share This Article