Libur Waisak 2026 Picu Ledakan Wisata, Jip Wisata Merapi Sleman Laris Manis

5 Min Read
Armada Jip Wisata Merapi membawa wisatawan di kawasan lereng Gunung Merapi Sleman saat libur Waisak 2026 (gh/DMnetwork)

DMNETWORK.COM – Tingginya minat wisatawan selama libur panjang Waisak 2026 membuat layanan Jip Wisata Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami lonjakan pemesanan signifikan. Sebagian besar armada jip wisata bahkan dilaporkan sudah habis dipesan untuk keberangkatan pada 30 hingga 31 Mei 2026.

Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya jumlah wisatawan luar daerah yang memanfaatkan banyaknya hari libur sepanjang Mei 2026 untuk berkunjung ke kawasan lereng Gunung Merapi. Paket perjalanan medium menjadi pilihan paling diminati karena menawarkan pengalaman menjelajahi area petilasan hingga bunker Merapi yang berada di kawasan lebih tinggi.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi, Dardiri, mengungkapkan bahwa lonjakan wisatawan selama Mei 2026 menjadi salah satu periode tersibuk bagi pelaku wisata jip di kawasan Merapi.

Menurut dia, momentum libur panjang sebelumnya bahkan sempat membuat satu unit jip beroperasi hingga empat kali perjalanan dalam sehari.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Kalau libur panjang yang minggu kemarin itu luar biasa, rata-rata bisa empat kali. Nah, sampai sekarang itu ada tapi tidak begitu signifikan kalau untuk liburan yang Iduladha ini,” ujar Dardiri, Kamis (28/5/2026).

Meski kunjungan wisatawan saat momentum Iduladha disebut belum sebesar pekan libur sebelumnya, permintaan terhadap Jip Wisata Merapi masih terus meningkat menjelang puncak libur Waisak 2026.

Dardiri mengatakan wisatawan dari luar kota mendominasi pemesanan armada selama periode libur Mei tahun ini. Banyaknya tanggal merah dinilai menjadi faktor utama meningkatnya mobilitas wisatawan menuju kawasan Sleman dan Yogyakarta.

“Kalau yang minggu kemarin itu pokoknya mulai bulan Mei, itu minat khusus banyak sekali. Kan Mei banyak liburnya itu. Ibaratnya sampai kurang-kurang armada,” katanya.

Lonjakan pemesanan diperkirakan mulai terasa sejak Jumat, 29 Mei 2026. Sementara puncak kunjungan diprediksi terjadi pada H-1 dan hari H libur Waisak, yakni 30 dan 31 Mei 2026.

- Iklan -
Ad image

Pada tanggal tersebut, hampir seluruh armada jip wisata di kawasan lereng Merapi telah terisi penuh sehingga pengelola kesulitan menerima tambahan pemesanan dari wisatawan.

Armada Sudah Fully Booked pada 30–31 Mei

Dardiri mengaku pihaknya bahkan terpaksa menolak sejumlah permintaan tambahan karena seluruh jadwal perjalanan sudah penuh sejak pagi hingga sore hari.

Ia menyebut sempat ada permintaan tambahan sebanyak 40 unit jip, namun tidak dapat dipenuhi lantaran seluruh armada telah dibooking lebih dahulu oleh wisatawan lain.

“Wah 30-31 Mei saya sudah tidak sanggup untuk menerima tamu karena sudah dapat booking-an semuanya. Kemarin ada tambahan minta 40 jip, tetapi jamnya sudah tidak memungkinkan karena dari pagi sampai sore semuanya sudah ter-booking,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Dardiri juga sempat mencoba menawarkan permintaan tambahan tersebut kepada para pengemudi jip lain melalui grup komunikasi internal komunitas wisata Merapi. Namun hasilnya sama, seluruh armada disebut sudah penuh terpesan.

Kondisi ini menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap wisata petualangan di kawasan Gunung Merapi, khususnya wisata menggunakan jip yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Sleman.

Dari berbagai pilihan perjalanan yang tersedia, paket medium menjadi rute paling banyak dipilih wisatawan selama libur panjang Mei 2026.

Paket tersebut menawarkan jalur wisata menuju petilasan rumah Mbah Maridjan hingga bunker Merapi yang berada di kawasan lebih atas. Selain menghadirkan sensasi off-road di jalur berbatu dan berpasir, wisatawan juga dapat menikmati panorama lereng Merapi dari jarak lebih dekat.

“Kebanyakan yang diambil saat ini mayoritas medium. Jadi petilasan sampai bunker. Intinya yang paling teratas lah,” terang Dardiri.

Paket medium dinilai menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman lengkap menjelajahi kawasan Merapi tanpa harus mengambil rute ekstrem berdurasi panjang.

Selain wisatawan domestik, sejumlah pengunjung dari luar Jawa juga mulai terlihat memadati kawasan wisata Merapi selama pekan libur nasional berlangsung.

Banyaknya hari libur nasional dan cuti bersama sepanjang Mei 2026 memberikan dampak besar terhadap geliat pariwisata di kawasan lereng Gunung Merapi.

Aktivitas wisata yang biasanya ramai hanya saat akhir pekan kini meningkat hampir setiap hari, terutama pada destinasi wisata berbasis alam dan petualangan.

Pelaku usaha wisata lokal pun merasakan dampak positif dari lonjakan kunjungan tersebut, mulai dari operator jip wisata, pelaku UMKM, hingga sektor penginapan dan kuliner di kawasan Kaliurang dan sekitarnya.

Dardiri menyebut kondisi wisata Merapi selama Mei 2026 menjadi salah satu yang paling sibuk dibanding hari biasa. “Jadi mulai Mei ini boleh dibilang sangat luar biasa,” tegasnya.

Lonjakan wisatawan selama libur Waisak 2026 diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir pekan mendatang, terutama karena kawasan Merapi tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta dan Sleman.(*)

Share This Article