Menyambut kehadiran Wamentan Sudaryono , Wawan Pramono: Dua Bulan Lagi Seluruh Ekosistem Pertanian Hadir di Demplot TMI

3 Min Read
Wawan Pramono, ketua TMI Jawa Tengah saat menyapa tanamannya (foto: istimewa)

KARANGANYAR, DMNETWORK — Pengembangan Demplot Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Tengah di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, terus dilakukan. Setelah berhasil mengubah lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi kawasan hortikultura terpadu, pengelola kini menyiapkan perluasan area untuk melengkapi berbagai sarana pertanian, peternakan, dan perikanan.

Ketua TMI Jawa Tengah, Wawan Pramono, mengatakan pihaknya berencana menambah lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi yang berada di samping kawasan demplot saat ini. Dengan penambahan tersebut, total luas kawasan percontohan akan mendekati setengah hektare.

Menurut Wawan, perluasan dilakukan untuk membangun kawasan pertanian terpadu yang dapat menjadi contoh bagi petani di Karanganyar, Surakarta Raya, maupun berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Kami sedang melakukan pembenahan dan pengembangan. Lahan di samping demplot juga akan digunakan sehingga nantinya seluruh ekosistem pertanian bisa hadir dalam satu kawasan,” ujarnya.

- Iklan -
Ad imageAd image

Di kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan berbagai sektor pendukung pertanian, mulai dari budidaya hortikultura, peternakan rakyat, perikanan air tawar, hingga pengolahan pupuk. Tidak hanya pupuk organik, tetapi juga sarana edukasi mengenai penggunaan pupuk nonorganik yang tepat dan berimbang.

Wawan mengatakan, pengembangan kawasan dilakukan karena demplot tersebut diproyeksikan menjadi salah satu lokasi percontohan Tani Merdeka Indonesia di Jawa Tengah. Jika seluruh fasilitas dan ekosistem yang direncanakan telah memenuhi standar, lokasi itu diharapkan dapat menjadi rujukan pembelajaran bagi petani dari berbagai daerah.

Ia mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Pertanian Sudaryono direncanakan akan meninjau langsung kawasan demplot tersebut saat memiliki agenda kunjungan kerja di wilayah Surakarta dan sekitarnya.

Menurut Wawan, informasi mengenai perkembangan demplot secara berkala telah disampaikan kepada jajaran Tani Merdeka maupun pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengembangan pertanian.

“Ketika nanti demplot Jawa Tengah sudah memenuhi standar percontohan, Mas Dar berencana mampir untuk melihat langsung perkembangannya saat bertugas di wilayah Surakarta,” kata Wawan.

- Iklan -
Ad image

Bagi dirinya, pengembangan demplot bukan sekadar membangun kawasan produksi pertanian. Lebih dari itu, ia ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang menunjukkan bahwa pertanian memiliki hubungan erat dengan keberlanjutan lingkungan.

“Maka saya harus terus berbenah untuk memberi contoh bahwa bertani juga bagian dari spiritualitas dalam menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

Saat ini berbagai fasilitas penunjang terus disiapkan. Selain area tanaman hortikultura, kawasan tersebut akan dilengkapi peternakan ayam petelur, ayam pedaging, kambing, kuda lokal unggulan, kolam perikanan, fasilitas pengolahan pupuk, hingga pendopo edukasi dan podcast yang menjadi ruang berbagi pengalaman bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Wawan optimistis dalam waktu sekitar dua bulan ke depan seluruh komponen yang direncanakan sudah dapat beroperasi.

“Ya, paling tidak dua bulan lagi seluruh habitat pertanian yang kami rencanakan sudah komplet ada di Demplot TMI Jawa Tengah ini,” katanya.

Dengan konsep tersebut, Demplot Tani Merdeka Colomadu diharapkan tidak hanya menjadi lahan percontohan pertanian modern, tetapi juga pusat pembelajaran yang mempertemukan praktik budidaya, peternakan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kawasan terpadu. (Rist)

Share This Article