Dokumentasi Arsip Ki Mujar Sangkerta Dipresentasikan dalam Diskusi “Kesadaran Kriya” di Galeri Lorong Yogyakarta

2 Min Read
Mujar Sangkerta yang sedang memberi kesadaran tentang hidup dan seni (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, DMNETWORK – Dokumentasi arsip karya seniman dan budayawan Ki Mujar Sangkerta menjadi salah satu materi utama dalam diskusi bertajuk **“Kesadaran Kriya” yang digelar di Galeri Lorong, Dusun Jeblok, Jalan Nitiprayan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Presentasi Proyek Seni Kriya Lorong 2026 itu mengangkat tema sejarah, pelestarian, dan pentingnya pengarsipan seni kriya sebagai upaya menjaga jejak perkembangan seni budaya Indonesia.

Dalam forum yang dimoderatori Latief S. Nugraha tersebut, Ki Mujar Sangkerta bersama Pambudi Sulistio memaparkan berbagai arsip kreatif yang selama puluhan tahun didokumentasikan sebagai bagian dari perjalanan berkesenian.

Berbagai karya yang dipresentasikan meliputi sketsa desain dasar seni kriya logam kontemporer, sketsa desain dasar seni kriya kayu kontemporer, hingga dokumentasi proses kreatif performance art “Wayang Milehnium Wae”.

- Iklan -
Ad imageAd image

Selain itu, Ki Mujar juga memperlihatkan kumpulan sekitar 2.000 puisi religi dan puisi bebas yang dihimpun dalam sejumlah naskah, di antaranya berjudul Dikegelapan Kutemukan Sinar, Debu-debu Kristal Kalimatulloh, serta Manik-manik Dzikrulloh.

Dokumentasi yang dipamerkan turut mencakup delapan bab buku harian, sketsa harian, berbagai gambar desain bebas, serta konsep pertunjukan alternatif yang mengeksplorasi ruang publik dan alam, seperti Berkubang Lumpur di Sawah, Eksplorasi Air di Sungai, hingga Melawan Kemacetan Jalan Raya.

Menurut Ki Mujar Sangkerta, seluruh arsip tersebut bukan sekadar kumpulan karya pribadi, melainkan rekaman proses berpikir, perjalanan kreatif, dan perkembangan gagasan seni yang dapat menjadi sumber literasi bagi generasi berikutnya.

Diskusi “Kesadaran Kriya” juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pentingnya pengarsipan dalam dunia seni. Arsip dipandang memiliki peran strategis untuk menjaga memori kebudayaan sekaligus menjadi rujukan bagi penelitian, pendidikan, dan pengembangan seni kriya kontemporer di Indonesia.

Acara yang terbuka untuk umum itu dihadiri oleh seniman, pegiat budaya, mahasiswa, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya melalui pendekatan dokumentasi dan literasi arsip.

- Iklan -
Ad image
Share This Article