Pascagempa M 7,7, Pemerintah Berhasil Tangani 32 Titik Longsor di Jalan Nasional NTT

3 Min Read
Pascagempa M 7,7, Pemerintah Tangani 32 Titik Longsor di Jalan Nasional NTT (gh/DMnetwork

DMNETWORK.COM – NTT — Pemerintah terus mempercepat perbaikan akses transportasi setelah gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari 33 titik longsor yang sempat menutup sejumlah ruas jalan nasional, sebanyak 32 titik telah mendapat penanganan sementara.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembukaan kembali akses jalan menjadi prioritas agar mobilitas warga tidak terhambat dan bantuan bagi masyarakat terdampak dapat segera disalurkan.

Menurut AHY, langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak sebagai prioritas utama.

Sembilan Ruas Jalan Kembali Terhubung

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mengerahkan personel dan peralatan berat untuk membersihkan material longsor serta memperbaiki kerusakan jalan.

- Iklan -
Ad imageAd image

Hasil penanganan sementara membuat sembilan ruas jalan nasional yang sebelumnya tertutup material longsoran kembali dapat dilewati. Dari total 33 titik longsor tebing, 32 di antaranya telah ditangani.

Tak hanya longsor, petugas juga menangani empat lokasi yang mengalami patahan badan jalan. Sejumlah jembatan dan plat duiker yang mengalami kerusakan turut diperbaiki sehingga akses kendaraan dapat kembali digunakan.

Tiga Bendungan Dicek

Pemerintah juga melakukan pengecekan terhadap infrastruktur sumber daya air untuk memastikan layanan dasar tetap berjalan setelah gempa.

Tiga bendungan, yakni Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay, telah diperiksa. Berdasarkan pemeriksaan awal, ketiganya dilaporkan masih dalam kondisi baik.

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat terdampak maupun warga yang berada di sekitar lokasi pengungsian.

- Iklan -
Ad image

Korban Gempa Capai 68 Orang

Gempa M 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Selain merusak berbagai infrastruktur, bencana tersebut menyebabkan korban jiwa di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data BNPB hingga Senin (17/8/2026), sebanyak 68 orang dilaporkan meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak.

Data sementara mencatat 26 korban meninggal di Manggarai, 24 orang di Manggarai Timur, delapan orang di Nagekeo, empat orang di Sikka, serta masing-masing dua orang di Ende, Manggarai Barat, dan Ngada.

Berton menegaskan data korban masih terus diperbarui seiring proses pencarian dan penanganan di lapangan. Informasi terbaru akan disampaikan apabila terdapat perkembangan maupun temuan korban tambahan.***

Share This Article
error: Content is protected !!