Gunung Merapi Masih Siaga, PVMBG Catat 19 Gempa Guguran dan 15 Gempa Hybrid

2 Min Read
19 Gempa Guguran Gunung Merapi Tercatat, PVMBG Ingatkan Potensi Awanpanas Guguran (gk/Dmnetwork)

DMNETWORK.COM – YOGYAKARTA — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau melalui sejumlah kejadian kegempaan. Pada Rabu (3/9/2026) periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 19 kali gempa guguran.

Gempa guguran tersebut memiliki amplitudo 2 hingga 22 milimeter. Durasi masing-masing gempa tercatat antara 53,6 hingga 194,03 detik.

Selain gempa guguran, PVMBG mencatat 15 kali gempa hybrid atau fase banyak. Gempa tersebut memiliki amplitudo 2 hingga 30 milimeter, dengan S-P tidak teramati. Durasi gempa berkisar 9,27 hingga 51,53 detik.

Aktivitas kegempaan lainnya berupa dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 19 hingga 25 milimeter. Durasi kedua gempa tercatat 12,56 hingga 13,87 detik.

- Iklan -
Ad imageAd image

Status Merapi Masih Level III Siaga

Gunung Merapi berada di wilayah perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

PVMBG menyebut potensi bahaya yang perlu diwaspadai berupa guguran lava dan awanpanas guguran. Ancaman tersebut dapat terjadi di sejumlah alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Di sektor selatan-barat daya, potensi bahaya dapat mencapai Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer. Sementara Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi terdampak hingga jarak maksimal 7 kilometer.

Untuk sektor tenggara, potensi guguran lava dan awanpanas guguran dapat mencapai Sungai Woro hingga maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

- Iklan -
Ad image

Suplai Magma Masih Berlangsung

PVMBG juga mengingatkan adanya potensi lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif. Material tersebut diperkirakan dapat mencapai radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

PVMBG menegaskan suplai magma ke tubuh Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya awanpanas guguran di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.

Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diminta tidak melakukan aktivitas di wilayah yang masuk zona potensi bahaya.

Warga juga diminta tetap mengikuti rekomendasi dan arahan dari PVMBG serta otoritas terkait. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik Gunung Merapi.(gk)

Share This Article
error: Content is protected !!