Don Muzakir Lantik Muhammad Andri Pimpin APPSI Kalimantan Barat

4 Min Read

Pedagang pasar adalah bagian penting dari ekonomi rakyat.

PONTIANAK, DARMEDIANETWORK – Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPP APPSI) Don Muzakir melantik Muhammad Andri sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah APPSI Kalimantan Barat, Sabtu (10/10/2026). Kepengurusan baru ini diharapkan memperkuat peran organisasi dalam memperjuangkan kepentingan pedagang pasar tradisional.

Pelantikan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat H Ria Norsan, anggota DPR RI dari Partai Gerindra Yuliansyah, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat Muhammad Saupi, perwakilan Bulog, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Don Muzakir mengatakan, APPSI harus hadir secara nyata dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi pedagang. Organisasi tersebut, menurut dia, tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial dan pelantikan pengurus.

“APPSI harus benar-benar hadir untuk pedagang. Jangan sampai organisasi hanya ada namanya, tetapi ketika pedagang menghadapi masalah, tidak ada yang memperjuangkan kepentingan mereka,” kata Don.

- Iklan -
Ad imageAd image

Ia meminta pengurus APPSI turun langsung ke pasar untuk mendengarkan keluhan pedagang sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah dan pengelola pasar guna mencari penyelesaian.

Menurut Don, pasar tradisional memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi rakyat. Selain menjadi sumber penghidupan pedagang, pasar juga menghubungkan petani, pemasok, dan konsumen dalam distribusi kebutuhan pokok.

Karena itu, ia menilai persoalan biaya penggunaan tempat berjualan, ketersediaan fasilitas, kebersihan, dan kepastian aturan perlu mendapat perhatian. Kebijakan pengelolaan pasar, kata dia, semestinya mendukung keberlangsungan usaha pedagang.

“Pedagang pasar adalah bagian penting dari ekonomi rakyat. Mereka harus diberi ruang untuk berkembang, bukan justru dibebani aturan dan biaya yang membuat usaha semakin sulit,” ujarnya.

Pasar tradisional dan ekonomi rakyat

- Iklan -
Ad image

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, pasar tradisional menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Banyak warga menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di pasar.

Ia berharap APPSI dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam menyampaikan aspirasi pedagang dan memberikan masukan untuk memperbaiki pengelolaan pasar.

Menurut Ria, pembenahan pasar perlu dilakukan dengan memperhatikan dua kepentingan sekaligus, yakni kenyamanan masyarakat dan keberlangsungan usaha pedagang. Perbaikan fasilitas juga perlu diikuti dengan pengelolaan yang tertib agar kegiatan perdagangan berjalan lancar.

Sementara itu, Yuliansyah menilai penguatan pasar tradisional perlu menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi rakyat.

Ia mengatakan, keberlangsungan usaha pedagang tidak hanya bergantung pada jumlah pembeli. Kepastian aturan, kondisi fasilitas, dan biaya operasional turut memengaruhi kemampuan pedagang mempertahankan usahanya.

Oleh karena itu, ia berharap APPSI dapat menyalurkan aspirasi pedagang melalui komunikasi dengan pemerintah dan pihak pengelola pasar.

Perkuat konsolidasi organisasi

Ketua DPW APPSI Kalimantan Barat Muhammad Andri mengatakan, langkah awal kepengurusan baru adalah memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun komunikasi langsung dengan pedagang di berbagai pasar.

Ia menegaskan, APPSI Kalimantan Barat akan berupaya menjadi wadah bagi pedagang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi serta memperjuangkan penyelesaiannya melalui jalur organisasi.

“Setelah dilantik, kami memiliki tanggung jawab untuk membesarkan APPSI di Kalimantan Barat. Kami ingin pengurus hadir di tengah pedagang, mendengar langsung persoalan mereka, dan memperjuangkan aspirasi yang selama ini belum mendapatkan penyelesaian,” kata Andri.

Menurut dia, komunikasi dengan pemerintah daerah dan pengelola pasar diperlukan agar persoalan pedagang dapat dibahas dan ditangani bersama.

Andri juga berharap kepengurusan baru dapat memperluas keanggotaan APPSI di Kalimantan Barat. Dengan organisasi yang semakin kuat, pedagang diharapkan memiliki saluran yang lebih efektif untuk menyampaikan kebutuhan dan memperjuangkan kepentingannya.

Tantangan berikutnya bagi pengurus APPSI Kalimantan Barat adalah memastikan aspirasi tersebut berujung pada penyelesaian persoalan konkret di lapangan, mulai dari biaya berjualan hingga perbaikan fasilitas dan tata kelola pasar. (Joashua)

Share This Article
error: Content is protected !!