Masyarakat diimbau memeriksa sumber, konteks, dan bukti pendukung sebelum membagikan kabar yang belum terkonfirmasi.
JAKARTA, DARMEDIANETWORK – Rumor mengenai pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, yang disebut akan menggantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), beredar di media sosial. Namun, kabar tersebut dipastikan sebagai informasi bohong atau hoaks.
Rumor itu ramai diperbincangkan setelah sebuah unggahan di platform Threads menyebut Presiden Prabowo Subianto akan menunjuk Haji Isam untuk memimpin Kementerian ESDM. Informasi tersebut kemudian memicu beragam reaksi warganet.
Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan kemungkinan pergantian pejabat di kementerian yang menangani sektor energi dan pertambangan tersebut. Isu itu juga memunculkan perbincangan mengenai potensi benturan kepentingan antara dunia usaha dan pengambilan kebijakan di sektor sumber daya alam.
Meski demikian, kabar mengenai rencana pengangkatan Haji Isam tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya perombakan kabinet. Hingga informasi ini ditelusuri, tidak terdapat pengumuman resmi pemerintah yang mengonfirmasi pergantian Menteri ESDM sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut.
Pemberitaan Inilah.com pada Jumat (16/10/2026) juga menyebut rumor Haji Isam menggantikan Bahlil sebagai Menteri ESDM sebagai hoaks.
Pentingnya Verifikasi Informasi
Beredarnya rumor pergantian pejabat publik menunjukkan pentingnya verifikasi sebelum informasi disebarluaskan. Terlebih, kabar yang menyangkut jabatan menteri dan kepentingan ekonomi nasional berpotensi membentuk persepsi publik apabila diterima tanpa pemeriksaan.
Informasi mengenai pergantian menteri seharusnya merujuk pada pengumuman resmi Presiden atau keterangan lembaga pemerintah yang berwenang, bukan semata-mata unggahan media sosial.
Masyarakat diimbau memeriksa sumber, konteks, dan bukti pendukung sebelum membagikan kabar yang belum terkonfirmasi.
Dengan demikian, klaim bahwa Haji Isam akan menggantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM tidak memiliki dasar yang terverifikasi dan tidak semestinya disebarkan sebagai fakta. ***