Seluruh warga ikut nyengkuyung, istilah lokal yang menggambarkan semangat bersama dalam membantu menyelesaikan pekerjaan demi kepentingan masyarakat.
BANYUMAS, DARMEDIANETWORK – Bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia, Jumat (16/10/2026), masyarakat adat Banokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, resmi merampungkan pembangunan salah satu lumbung pangan di wilayah adat mereka.
Pembangunan lumbung tersebut diselesaikan melalui kerja bakti dan gotong royong warga. Lumbung ini menjadi bagian dari 21 lumbung pangan yang berada di wilayah masyarakat adat Banokeling.
Ketua Yayasan Dharma Putra Banokeling sekaligus ketua panitia pembangunan, Ritam, mengatakan penyelesaian lumbung pangan tersebut merupakan pemenuhan janji masyarakat setelah mendapatkan bantuan dari Don Muzakir untuk merehabilitasi atau membangun lumbung pangan.
“Ini janji kami, karena waktu itu kami dibantu Don Muzakir untuk merehab atau membangun lumbung pangan ini,” kata Ritam.
Menurut Ritam, pembangunan dilakukan dengan melibatkan warga secara bergotong royong. Pekerjaan berlangsung dari pagi hingga malam dengan pembagian waktu kerja atau sistem sif. Sebagian warga bertugas pada pagi dan siang hari, sementara yang lain melanjutkan pekerjaan pada malam hari.
Seluruh warga ikut nyengkuyung, istilah lokal yang menggambarkan semangat bersama dalam membantu menyelesaikan pekerjaan demi kepentingan masyarakat.
Dengan pola kerja tersebut, pembangunan lumbung dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan, mulai dari pengerjaan fondasi hingga pemasangan bagian penutup atap atau yang oleh warga disebut tutup payung.
“Pekerjaan dari fondasi sampai tutup payung tidak sampai sebulan. Sekarang sudah selesai dan tidak akan kehujanan lagi,” ujar Ritam.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Don Muzakir atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan lumbung pangan masyarakat adat Banokeling.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bang Don Muzakir yang dengan sukarela membantu pembangunan lumbung pangan ini,” katanya.
Gotong Royong dan Ketahanan Pangan Adat
Rampungnya pembangunan lumbung ini bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober. Peringatan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga ketersediaan pangan, memperkuat peran petani, dan membangun sistem pangan yang berkelanjutan.
Bagi masyarakat adat Banokeling, lumbung pangan bukan sekadar bangunan untuk menyimpan hasil panen. Keberadaannya juga berkaitan dengan semangat kebersamaan dan upaya menjaga cadangan pangan masyarakat.
Penyelesaian pembangunan melalui kerja bakti memperlihatkan bagaimana partisipasi warga menjadi bagian penting dalam pembangunan fasilitas bersama. Bantuan dari pihak luar menjadi pemantik, sedangkan tenaga dan gotong royong masyarakat mengantarkan pekerjaan hingga tuntas.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, lumbung pangan kini memiliki bangunan yang lebih terlindungi dari hujan. Harapannya, fasilitas ini dapat mendukung penyimpanan padi dan memperkuat upaya masyarakat adat dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Banokeling. ***