Hujan Lebat di 19 Provinsi pada 3 November, Banyumas dan Sleman Masuk Wilayah Waspada

3 Min Read

Di Jawa Tengah, wilayah yang tercantum antara lain Banyumas, Banjarnegara, Brebes, Pekalongan, Pemalang, dan Purbalingga.

JAKARTA, DARMEDIANETWORK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (3/11/2026).

Dalam peta peringatan dini curah hujan harian, BMKG mencatat 19 provinsi memiliki wilayah kecamatan yang masuk kategori Waspada.

Peringatan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan luapan sungai.

Sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga masuk dalam daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

- Iklan -
Ad imageAd image

Di Jawa Tengah, wilayah yang tercantum antara lain Banyumas, Banjarnegara, Brebes, Pekalongan, Pemalang, dan Purbalingga.

Sementara di DIY, beberapa wilayah Kabupaten Sleman yang masuk kategori Waspada meliputi Cangkringan, Pakem, dan Turi.

BMKG menegaskan bahwa kategori Waspada berlaku pada wilayah kecamatan tertentu. Artinya, peringatan untuk 19 provinsi tersebut tidak berarti seluruh wilayah di masing-masing provinsi berpotensi mengalami hujan lebat.

Masyarakat diminta mewaspadai dampak hujan

Potensi hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta angin kencang.

- Iklan -
Ad image

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan rawan longsor diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah daerah.

Kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian warga yang beraktivitas di kawasan pegunungan dan jalur yang memiliki risiko longsor.

Aktivitas atmosfer mendukung pertumbuhan awan hujan

Sementara itu, BMKG menjelaskan bahwa peningkatan potensi hujan di sejumlah wilayah, khususnya Jawa Barat, berkaitan dengan aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin.

Kondisi suhu muka laut yang relatif hangat turut menyediakan pasokan uap air yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Faktor atmosfer lokal juga berperan dalam pembentukan awan konvektif yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan dini cuaca dan terus memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.

Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat banjir dan longsor.

Peringatan dini tersebut merupakan langkah antisipasi agar masyarakat dapat mengurangi risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem.***

Editor: Aris Munandar 

Share This Article
error: Content is protected !!