Prabowo Pulang dari Prancis, Bawa Investasi Rp61 Triliun dan Perkuat Kemitraan Strategis

6 Min Read
Prabowo pulang dari Prancis setelah kunjungan kenegaraan membawa investasi Rp61 triliun untuk Indonesia (cc/DMnetwork)

DMNETWORK.COM – Prabowo pulang dari Prancis dengan membawa sejumlah capaian penting yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global. Selain mempererat hubungan bilateral dengan Pemerintah Prancis, kunjungan kenegaraan tersebut juga menghasilkan komitmen investasi baru senilai sekitar Rp61,25 triliun yang mencakup sektor energi, perdagangan, dan pertahanan.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pesawat yang membawanya mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.50 WIB setelah menyelesaikan agenda diplomatik di Prancis.

Kepulangan Presiden disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Letjen TNI Tandyo Budi Revita.

Kunjungan tersebut menjadi salah satu agenda diplomasi luar negeri yang paling penting tahun ini karena menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

- Iklan -
Ad imageAd image

Selama berada di Prancis, Presiden Prabowo menjalani serangkaian agenda kenegaraan bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Pertemuan kedua kepala negara tidak hanya membahas hubungan diplomatik, tetapi juga memperkuat kerja sama pada sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas kedua negara.

Kerja sama tersebut mencakup investasi, perdagangan internasional, ketahanan energi, teknologi, industri pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Pemerintah Indonesia menilai kemitraan dengan Prancis memiliki nilai strategis karena negara tersebut merupakan salah satu kekuatan ekonomi utama di Eropa serta memiliki pengaruh besar dalam berbagai forum internasional.

Dalam konteks global yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, penguatan hubungan bilateral semacam ini menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.

- Iklan -
Ad image

Salah satu capaian utama kunjungan tersebut adalah peluncuran France–Indonesia High Level Business Council.

Forum ini menjadi wadah baru yang mempertemukan pelaku usaha, investor, serta pemimpin industri dari kedua negara guna memperluas peluang kerja sama ekonomi.

Pembentukan dewan bisnis tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron. Keberadaan forum ini diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi sekaligus memperluas akses pasar bagi perusahaan Indonesia dan Prancis.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyebut pembentukan dewan bisnis tersebut sebagai langkah strategis yang dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Menurutnya, forum tersebut tidak sekadar menjadi ruang dialog, tetapi juga berfungsi sebagai mesin penggerak kerja sama investasi dan perdagangan yang lebih konkret.

Peluncuran France–Indonesia High Level Business Council langsung menghasilkan empat kesepakatan komersial baru. Nilai total kerja sama yang disepakati mencapai USD 3,5 miliar atau sekitar Rp61,25 triliun dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis yang menjadi fokus pembangunan nasional, antara lain:

  • Ketahanan energi
  • Perdagangan internasional
  • Industri pertahanan
  • Pengembangan investasi jangka panjang

Nilai investasi yang cukup besar tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Pemerintah berharap komitmen tersebut dapat segera direalisasikan sehingga memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan produksi nasional, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Rosan Roeslani menilai capaian dalam kunjungan ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Menurutnya, stabilitas ekonomi nasional, agenda hilirisasi industri, serta berbagai reformasi kebijakan investasi menjadi faktor yang menarik perhatian investor global.

Dalam forum tersebut, sekitar 30 pemimpin perusahaan dan pelaku industri utama dari Indonesia dan Prancis hadir untuk membahas peluang kolaborasi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan yang terlibat memiliki kapitalisasi pasar mencapai sekitar USD 1,3 triliun.

Dewan bisnis ini dipimpin bersama oleh Antoine de Saint-Affrique yang mewakili kalangan bisnis Prancis dan Anindya Bakrie dari pihak Indonesia.

Kehadiran para pemimpin industri tersebut memperlihatkan tingginya minat pelaku usaha terhadap peluang investasi di Indonesia.

Selain menjalankan agenda kenegaraan, Prabowo juga menyempatkan diri bertemu dengan diaspora Indonesia di Paris.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, termasuk saat Presiden melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat Indonesia yang berada di Prancis.

Momen tersebut menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri.

Di sisi lain, pertemuan dengan diaspora juga menjadi sarana memperkuat hubungan antarmasyarakat atau people-to-people relations yang selama ini menjadi fondasi penting hubungan Indonesia dan Prancis.

Target Perdagangan Bilateral Tiga Kali Lipat

Setelah peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi, Indonesia dan Prancis kini memiliki target ambisius untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.

Target tersebut akan didukung berbagai program kerja sama yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, serta organisasi bisnis kedua negara.

Kolaborasi antara Kadin Indonesia dan MEDEF International diharapkan menjadi motor utama dalam memperluas peluang investasi baru di berbagai sektor strategis.

Pemerintah optimistis langkah tersebut akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Kepulangan Prabowo menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kenegaraan di Prancis yang berlangsung intensif dan produktif.

Lebih dari sekadar agenda diplomatik, kunjungan tersebut memperlihatkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang semakin aktif dalam membangun kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat.

Melalui penguatan hubungan ekonomi, investasi, perdagangan, dan pertahanan, Indonesia berupaya menciptakan fondasi pembangunan yang lebih kuat di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Dengan investasi baru senilai Rp61,25 triliun serta pembentukan forum bisnis tingkat tinggi Indonesia-Prancis, hasil kunjungan ini menjadi sinyal positif bahwa diplomasi ekonomi dapat memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan nasional dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.(*)

Share This Article