Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Petugas Terkendala Akses dan Sumber Air

3 Min Read
Petugas pemadam kebakaran masih berjuang padamkan api di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. (TikTok/karimaaiaaaa - Instagram/btn_waykambas/DMNetwork)

Kondisi lapangan sangat kering dan tidak ada air. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, harus jalan kaki,” kata Zaidi.

LAMPUNG TIMUR, DMNETWORK — Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, sejak Jumat (21/8/2026) siang.

Hingga Sabtu (22/8/2026), petugas masih berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan Resort Kuala Penet, TNWK.

Kementerian Kehutanan mengungkapkan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari kondisi lahan yang kering, keterbatasan sumber air, hingga sulitnya akses menuju lokasi kebakaran.

Diduga Sengaja Dibakar

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran.

- Iklan -
Ad imageAd image

Namun, berdasarkan dugaan sementara, kebakaran tersebut kemungkinan terjadi akibat pembakaran yang disengaja.

“Dugaan kami seperti itu, sengaja dibakar seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Zaidi kepada awak media, Sabtu (22/8/2026).

Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu dipastikan melalui pendataan dan penanganan lebih lanjut di lapangan.

Petugas Kesulitan Akses Lokasi

Zaidi mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.

Menurut dia, sebagian kawasan yang terbakar memiliki kondisi sangat kering dan minim sumber air. Kendaraan pemadam juga tidak dapat langsung mencapai lokasi kebakaran.

- Iklan -
Ad image

“Kondisi lapangan sangat kering dan tidak ada air. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, harus jalan kaki,” kata Zaidi.

Selain akses, angin kencang turut menyulitkan petugas dalam mengendalikan pergerakan api.

Karakteristik kawasan yang merupakan lahan bergambut juga membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif.

“Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” ujar Zaidi.

Meski menghadapi sejumlah kendala, petugas bersama pihak terkait terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar kebakaran tidak meluas.

“Tapi kami bersama seluruh pihak terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian agar kebakaran tidak meluas,” lanjutnya.

Luas Lahan Terbakar Masih Didata

Hingga Sabtu, pihak TNWK belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak kebakaran.

Zaidi mengatakan pendataan luas lahan terbakar masih berlangsung karena petugas masih berfokus pada proses pemadaman dan pengendalian api.

“Masih dalam proses pendataan,” kata Zaidi.

Data mengenai luas lahan yang terbakar akan disampaikan setelah proses pendataan di lapangan selesai. (Rist)

Share This Article
error: Content is protected !!