Secangkir Kopi dan Seekor Sapi, Kisah Keikhlasan Pengusaha Sleman Saat Iduladha

6 Min Read
Pemilik Mr Like Coffee salurkan CSR kurban untuk warga Desa Tempak Magelang saat Iduladha (gk/DMnetwork)

DMNETWORK.COM — Semangat berbagi di momentum Hari Raya Iduladha kembali ditunjukkan pelaku usaha lokal dari Yogyakarta. Melalui program sosial bertajuk kepedulian masyarakat, Mr Like Coffee salurkan CSR kurban untuk warga Desa Tempak, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Program tersebut digagas langsung oleh pemilik Mr Like Coffee, Setyo Nugroho atau yang akrab disapa Tyo. Pengusaha coffee shop asal Sleman itu memilih memanfaatkan sebagian keuntungan usahanya untuk kegiatan sosial dan keagamaan, salah satunya melalui penyaluran hewan kurban.

Di tengah berkembangnya industri kuliner dan bisnis coffee shop di Yogyakarta, langkah yang dilakukan Tyo menjadi perhatian tersendiri. Bagi dirinya, kesuksesan usaha tidak hanya diukur dari omzet maupun keuntungan materi, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekitar.

“Kebaikan akan kembali menjadi kebaikan, dan keikhlasan akan mendatangkan berkah,” ujar Tyo saat ditemui usai penyaluran bantuan kurban.

- Iklan -
Ad imageAd image

Program CSR yang dijalankan Mr Like Coffee diwujudkan melalui penyaluran sejumlah kambing dan seekor sapi untuk masyarakat Desa Tempak, Candimulyo, Magelang.

Penyaluran dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha sebagai bentuk rasa syukur atas perkembangan usaha yang dirintis sejak beberapa tahun terakhir. Bagi Tyo, kegiatan sosial seperti ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral sebagai pelaku usaha.

Ia menilai keberadaan bisnis seharusnya mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, terutama masyarakat yang membutuhkan. “Berbagi bukan hanya soal memberi bantuan, tetapi bagaimana usaha yang kita bangun juga bisa menghadirkan manfaat untuk orang lain,” katanya.

Tyo dikenal sebagai pemilik Mr Like Coffee yang berada di Jalan Gambir, Kocoran, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Coffee shop tersebut berkembang cukup pesat di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner di Kota Pelajar.

- Iklan -
Ad image

Mengusung konsep tempat nongkrong anak muda dengan suasana santai dan nyaman, Mr Like Coffee kini menjadi salah satu lokasi favorit berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pekerja kreatif.

Namun perjalanan menuju keberhasilan tidak diraih secara instan.

Selain menjalankan usaha coffee shop, Tyo juga menekuni profesi sebagai arsitek. Ketekunan dan kerja keras menjadi prinsip yang terus dipegang dalam membangun usaha dari bawah.

Ia mengaku menghadapi banyak tantangan dalam proses merintis bisnis, terutama saat industri kuliner mengalami persaingan ketat dan perubahan tren yang cepat.

Meski demikian, konsistensi dan keberanian untuk terus berkembang membuat usahanya mampu bertahan hingga berkembang seperti sekarang. Di balik kesuksesan bisnis yang diraih, Tyo mengaku tidak ingin terlena dengan pencapaian materi semata.

Nilai-nilai agama yang terus dipegang menjadi pengingat bahwa rezeki yang diperoleh juga memiliki hak sosial yang perlu dibagikan kepada sesama. Karena itu, sebagian dana CSR dari usaha yang dijalankan secara rutin dialokasikan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Momentum Iduladha dipilih karena dinilai memiliki makna mendalam tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama manusia. “Esensi kurban itu bukan pada besar kecilnya nilai hewan yang disembelih, tetapi bagaimana kita ikhlas berbagi,” ujar Tyo.

Menurut Tyo, Hari Raya Iduladha bukan sekadar tradisi penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum refleksi spiritual bagi umat manusia. Ia menilai kisah Nabi Ibrahim AS mengandung pelajaran besar tentang keteguhan iman, pengorbanan, dan ketulusan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam dunia usaha, nilai tersebut diterjemahkan melalui kejujuran, kerja keras, dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.

Tyo percaya keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan kemampuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga sejauh mana usaha tersebut mampu membawa manfaat bagi banyak orang.

“Dari kisah Nabi Ibrahim, kita diajarkan tentang pengorbanan luar biasa dan keteguhan iman. Itu yang harus terus kita teladani,” katanya.

Penyaluran hewan kurban dari Mr Like Coffee disambut hangat masyarakat Desa Tempak, Candimulyo, Magelang. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu warga dalam menyambut Hari Raya Iduladha, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain memberikan manfaat secara langsung, kegiatan berbagi kurban juga mempererat hubungan sosial antara pelaku usaha dan masyarakat.

Suasana kebersamaan terlihat saat proses penyerahan hewan kurban berlangsung. Warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Tyo dan tim Mr Like Coffee.

Praktisi bisnis menilai program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR kini menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia usaha modern. Keberadaan CSR bukan hanya memperkuat citra usaha, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat.

Dalam konteks usaha lokal, langkah seperti yang dilakukan Mr Like Coffee dianggap mampu menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata.

Di tengah kehidupan sosial yang semakin individualis, budaya berbagi dinilai menjadi nilai penting yang perlu terus dijaga. Bagi Tyo, kegiatan sosial bukan sekadar formalitas ataupun pencitraan usaha.

Ia percaya kepedulian sosial merupakan investasi jangka panjang yang akan membawa keberkahan, baik bagi usaha maupun kehidupan pribadi. Karena itu, dirinya berharap kegiatan sosial melalui program CSR dapat terus dijalankan secara berkelanjutan di masa mendatang.

Melalui semangat Iduladha, Tyo ingin mengajak lebih banyak pelaku usaha untuk tidak melupakan nilai kemanusiaan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. “Sukses itu bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan, tetapi juga tentang apa yang bisa kita berikan untuk orang lain,” tutupnya.(*)

Share This Article