Jangan eksklusif. Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Semua pihak di daerah harus diajak berkoordinasi
DMNETWORK | Jakarta
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, menegaskan pentingnya disiplin kerja, fokus dalam menjalankan tugas, serta keterbukaan komunikasi di seluruh jajaran BGN hingga tingkat dapur pelaksana program. Penegasan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi internal bersama pejabat dan petugas wilayah di lingkungan BGN.
Dalam arahannya, Sudaryono menyoroti masih adanya aparatur yang dinilai tidak serius mengikuti penjelasan dalam forum resmi. Ia meminta jajaran terkait mencatat dan menindaklanjuti perilaku yang dianggap tidak fokus selama rapat berlangsung.
“Saya tidak segan-segan untuk memberikan teguran keras bahkan memberhentikan petugas yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik,” tegas Sudaryono di hadapan peserta rapat koordinasi.
Selain menekankan disiplin, Sudaryono juga mengkritik minimnya dukungan publik terhadap program BGN yang menurutnya disebabkan oleh lemahnya komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Ia menilai sebagian unit kerja masih bersikap tertutup dan eksklusif.
Karena itu, Sudaryono memerintahkan seluruh koordinator wilayah dan kepala pelaksana program untuk aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan, serta unsur pemerintahan lainnya.
Ia meminta jajaran BGN menjalin koordinasi dengan bupati, gubernur, camat, kepala desa, Koramil, dan Kapolsek di wilayah kerja masing-masing. Menurutnya, program nasional tidak mungkin berhasil jika dijalankan sendiri tanpa dukungan pemangku kepentingan di daerah.
“Jangan eksklusif. Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Semua pihak di daerah harus diajak berkoordinasi,” ujarnya.
Kepala BGN itu juga memberi perhatian khusus kepada kepala dapur atau satuan pelayanan pemenuhan gizi. Ia meminta mereka menjaga komunikasi yang baik dengan sekolah dan orang tua siswa penerima manfaat program makan bergizi.
Sudaryono mengungkapkan bahwa BGN sedang menyiapkan sistem transparansi yang memungkinkan orang tua dan guru mengetahui sekolah penerima manfaat, menu yang diberikan, serta dapur penyedia makanan tersebut.
“Nanti akan ada sistem sehingga orang tua dan guru bisa mengetahui menu yang diterima anak-anak dan dapur mana yang menyiapkannya. Kita ingin transparansi yang jelas,” katanya.
Menurut Sudaryono, program makan bergizi pada dasarnya mendapat sambutan positif dari masyarakat dan anak-anak. Karena itu, ia meminta seluruh petugas tidak mudah terpengaruh oleh kritik di media sosial selama pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan.
Menutup arahannya, Sudaryono mengingatkan bahwa tidak ada jabatan yang bersifat permanen, termasuk dirinya sebagai Kepala BGN. Ia mengajak seluruh jajaran bekerja secara profesional dan menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.
“Di Republik ini tidak ada orang yang tidak bisa diganti, termasuk saya. Karena itu mari kita tunaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Sudaryono.( Rist)