DMNETWORK.COM — Fabio Quartararo mulai mengambil jarak dari proyek pengembangan Yamaha untuk menghadapi musim MotoGP 2027. Keputusan pebalap Prancis tersebut muncul setelah Yamaha tidak memberinya izin untuk menjajal ban Pirelli dalam sesi pengujian di Red Bull Ring, Austria.
Quartararo memang masih menjadi bagian dari Yamaha hingga akhir musim 2026. Namun, mulai musim berikutnya, juara dunia MotoGP 2021 itu akan bergabung dengan Honda.
Situasi tersebut membuat keterlibatan Quartararo dalam pengembangan motor Yamaha 2027 menjadi persoalan tersendiri.
Sebelumnya, meski sudah dipastikan hengkang, Quartararo tetap bersedia memberikan masukan kepada Yamaha untuk menyiapkan motor menghadapi perubahan besar regulasi MotoGP 2027.
Kini, komitmen tersebut mulai berubah.
Tak Diizinkan Menguji Ban Pirelli
Persoalan mencuat terkait agenda tes di Red Bull Ring pada September mendatang.
Tes tersebut menjadi penting karena MotoGP akan memasuki babak baru pada 2027. Pirelli akan menggantikan Michelin sebagai pemasok tunggal ban untuk seluruh peserta.
Quartararo ingin mendapatkan pengalaman langsung menggunakan ban baru tersebut. Namun Yamaha memilih tidak memberikan izin.
“Saya ingin melakukan uji coba di Austria. Tetapi sayangnya, Yamaha tidak ingin saya menggunakan ban Pirelli. Saya ingin melakukan sesuatu, tetapi mereka tidak mengizinkan saya,” ujar Quartararo seperti dikutip Motorsport.com, Selasa (1/9/2026).
Keputusan tersebut kemudian memengaruhi sikap Quartararo terhadap proyek Yamaha.
“Secara pribadi, saya tidak ingin mengembangkan motor untuk pebalap 2027. Jadi, jika kita dapat meningkatkan sesuatu untuk tahun ini, saya akan melakukannya,” katanya.
Dengan demikian, Quartararo masih membuka ruang untuk membantu Yamaha mengejar performa pada musim berjalan, tetapi tidak ingin ikut bertanggung jawab atas pengembangan motor yang akan digunakan setelah dirinya hengkang.
Terbebani Banyak Komponen Eksperimental
Ketegangan tersebut terjadi setelah Quartararo menjalani akhir pekan MotoGP Aragon.
Yamaha membawa sejumlah komponen baru untuk diuji Quartararo, termasuk beberapa pilihan sasis. Beban pengujian tersebut membuat sang pebalap merasa lebih seperti pembalap penguji daripada pembalap yang sedang mengejar hasil balapan.
“Saya lebih berperan sebagai pembalap uji coba akhir pekan ini. Menguji sasis tiga kali tetapi tidak berhasil. Kami juga memiliki link baru. Itu bukan peningkatan,” ungkapnya.
Hasil di lintasan pun tidak menggembirakan.
Quartararo menyelesaikan balapan utama MotoGP Aragon di urutan ke-18, sekaligus menjadi pebalap terakhir yang finis. Ia terpaut 51,657 detik dari Marc Marquez sebagai pemenang.
Pada Sprint Race sehari sebelumnya, Quartararo juga tidak mampu menyentuh garis finis karena masalah teknis.
Kepercayaan terhadap Proyek Yamaha Menurun
Pernyataan Quartararo juga memperlihatkan adanya penurunan keyakinan terhadap kemampuan Yamaha untuk melakukan perubahan secara cepat.
Ia masih bersedia terlibat dalam pengembangan yang dapat memberikan dampak terhadap performa Yamaha pada 2026.
Namun, untuk proyek 2027, ia memilih tidak ikut campur.
“Sejauh menyangkut masa depan, saya tidak dalam posisi untuk membantu. Dan karena alasan pribadi, saya tidak ingin membantu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa fokus Quartararo kini semakin diarahkan kepada fase akhir perjalanannya bersama Yamaha sekaligus persiapan menuju Honda.
Honda dan KTM Mengambil Jalan Berbeda
Keputusan Yamaha juga menarik perhatian karena beberapa pabrikan lain mengambil pendekatan berbeda terhadap pebalap yang akan meninggalkan tim.
Honda disebut tetap memberi kesempatan kepada Luca Marini dan Joan Mir untuk menguji paket motor 2027, termasuk ban Pirelli, meski keduanya tidak akan menjadi bagian dari Honda pada musim berikutnya.
KTM pun masih melibatkan Pedro Acosta dalam pengembangan motor 2027 walaupun sang pebalap akan pindah ke Ducati.
Yamaha tampaknya mengambil pilihan yang lebih konservatif.
Memberikan Quartararo akses terhadap pengujian komponen dan ban untuk proyek 2027 dapat membuka risiko transfer pengetahuan teknis kepada Honda, tim yang akan dibela sang pebalap mulai 2027.
Delapan Tahun Quartararo dan Yamaha Segera Berakhir
Musim 2026 menjadi penutup perjalanan delapan tahun Quartararo bersama Yamaha.
Hubungan yang pernah membawa pebalap Prancis itu meraih gelar juara dunia MotoGP 2021 tersebut kini memasuki fase yang lebih kompleks.
Yamaha masih membutuhkan pengalaman Quartararo untuk memperbaiki performa motor pada musim ini. Namun, kepentingan kedua pihak untuk proyek 2027 sudah tidak lagi sepenuhnya sama.
Quartararo telah menetapkan batas: ia tetap akan membantu Yamaha meningkatkan performa hingga akhir 2026, tetapi tidak ingin menjadi bagian dari pengembangan motor untuk musim berikutnya.
Mulai 2027, ia akan mengenakan seragam Honda saat MotoGP memasuki era regulasi baru dengan mesin berkapasitas 850 cc dan ban Pirelli.***