DMNETWORK.COM — Pemerintah terus mempercepat pemulihan Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Memasuki hari ke-24 masa tanggap darurat, sejumlah layanan vital mulai kembali berfungsi. Infrastruktur dasar, listrik, telekomunikasi, transportasi, kesehatan, hingga pendidikan secara umum telah dapat digunakan masyarakat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan perkembangan tersebut merupakan hasil penanganan terpadu pemerintah bersama berbagai unsur selama masa tanggap darurat.
“Jadi kebutuhan dasar masyarakat, listrik, komunikasi, BBM, air bersih, jalur transportasi, kesehatan, pendidikan juga ini secara umum sudah fungsional,” ujar Suharyanto dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam, Senin (7/9).
566.797 Pelanggan Kembali Mendapat Listrik
Pemulihan sektor kelistrikan menjadi salah satu indikator penting membaiknya kondisi wilayah terdampak.
Jaringan pada Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Timur dan Flores Barat telah pulih 100 persen. Sebanyak 3.478 gardu distribusi kembali beroperasi.
Dengan pemulihan tersebut, sebanyak 566.797 pelanggan kembali mendapatkan layanan listrik.
Jaringan telekomunikasi juga telah kembali normal. Pemulihan Base Transceiver Station (BTS) mencapai 100 persen, sementara layanan fixed broadband bagi 17.062 pelanggan IndiHome telah pulih.
Dari sisi transportasi, jalan nasional telah kembali normal hingga tingkat kabupaten. Adapun jalan di tingkat kecamatan dan desa telah kembali berfungsi secara fungsional.
Rumah Sakit Kembali Beroperasi
Pemulihan layanan kesehatan juga terus berlangsung.
Seluruh layanan poliklinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo telah beroperasi normal. Puskesmas kembali memberikan pelayanan perawatan seperti biasa dengan dukungan tenda darurat yang masih ditempatkan di area depan fasilitas kesehatan.
Rumah sakit lapangan juga masih beroperasi untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Sementara itu, Kapal Rumah Sakit TNI AL KRI dr. Soeharso-990 telah dikembalikan ke pangkalannya. Pengembalian kapal dilakukan setelah kebutuhan pelayanan kesehatan mulai dapat ditangani fasilitas kesehatan di darat.
“Kapal rumah sakit dari TNI AL itu sudah kembali ke pangkalannya masing-masing karena pelayanan kesehatan sudah bisa ditangani melalui fasilitas kesehatan yang ada di darat,” kata Suharyanto.
Aktivitas Sekolah Mulai Berjalan
Sektor pendidikan juga mulai kembali bergerak.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak telah berjalan kembali. Untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, pemerintah menyediakan tenda darurat sebagai tempat pembelajaran sementara.
Pemerintah juga memberikan layanan psikososial dan trauma healing bagi siswa serta guru.
Pendampingan tersebut diperlukan untuk membantu mereka menghadapi dampak psikologis pascabencana, seperti kecemasan, sulit tidur, dan gangguan konsentrasi.
Dengan demikian, pemulihan pendidikan tidak hanya diarahkan pada keberlanjutan proses belajar, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis warga sekolah.
Pemerintah Belum Hentikan Pendampingan
Meski berbagai layanan vital telah kembali berfungsi, pemerintah belum sepenuhnya menarik dukungan dari wilayah terdampak.
BNPB masih mendampingi pemerintah kabupaten dan kota, baik dalam penanganan masa tanggap darurat maupun tahapan berikutnya.
Personel pusat dari kementerian dan lembaga, TNI, serta Polri masih ditempatkan di wilayah tersebut. Sebagian besar personel memang telah meninggalkan Pulau Flores seiring kondisi yang semakin membaik.
“Jadi personel kami masih ada di sana, personel pusat dari Mabes TNI dan Mabes Polri ini juga masih ada di sana,” ujar Suharyanto.
Pemulihan layanan dasar menjadi tanda bahwa NTT mulai memasuki kondisi yang lebih stabil setelah gempa besar. Namun, keberadaan personel pemerintah di lapangan menunjukkan proses pemulihan belum sepenuhnya selesai dan masih membutuhkan pendampingan pada tahap berikutnya.***