Tiga ASN Pertanian Jayawijaya Gugur Saat Salurkan Bantuan Ternak, Swasembada Pangan Papua Terancam

5 Min Read
Tangis haru keluarga korban kekerasan KKB (foto: istimewa)

Namun, siapa pelakunya secara pasti masih terus didalami,” kata Faizal di Jayapura, Kamis (10/9/2026).

JAYAWIJAYA, DMNETWORK – Tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat.

Peristiwa ini menjadi duka bagi pembangunan pertanian Papua. Para petugas yang seharusnya bekerja mendampingi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan justru kehilangan nyawa di tengah tugas.

Penembakan terjadi pada Rabu (9/9/2026) sore di sekitar Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Ketiga ASN tersebut dalam perjalanan kembali ke Wamena setelah menyalurkan bantuan ternak babi kepada warga di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Ketiga korban adalah Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Wili Mbuik (26).

- Iklan -
Ad imageAd image

Berdasarkan keterangan aparat keamanan, rombongan ASN tersebut diduga diserang KKB saat melintas di sekitar Muliama. Ketiga korban kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena.

Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan, hasil penyelidikan sementara mengarah kepada KKB Kodap III Ndugama sebagai pihak yang diduga melakukan penembakan.

“Namun, siapa pelakunya secara pasti masih terus didalami,” kata Faizal di Jayapura, Kamis (10/9/2026).

Pahlawan Pangan yang Gugur

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga ASN tersebut.

Amran menyebut para korban sebagai pahlawan pangan yang gugur ketika menjalankan tugas kemanusiaan, membawa bantuan ternak bagi masyarakat di pedalaman Papua.

- Iklan -
Ad image

“Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujar Amran melalui keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Menurut Amran, petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di Papua bukan pihak yang membawa ancaman. Mereka hadir untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.

Karena itu, dia meminta aparat memberikan jaminan keamanan bagi para petugas yang bekerja di lapangan.

Swasembada Pangan Tak Cukup dengan Target

Program swasembada pangan tidak hanya dibangun melalui target produksi, perluasan lahan, benih unggul, pupuk, atau bantuan ternak.

Di balik setiap program pertanian, ada manusia yang bekerja. Ada penyuluh, petugas lapangan, tenaga teknis, dan ASN yang harus mendatangi masyarakat hingga ke wilayah terpencil.

Mereka membawa program negara ke tengah warga. Mereka mendampingi petani, menyalurkan bantuan, dan memastikan kebijakan pertanian tidak berhenti di atas meja kantor.

Peristiwa di Jayawijaya memperlihatkan bahwa pembangunan pangan juga membutuhkan jaminan keselamatan bagi para pelaksananya.

Ketika petugas pertanian gugur saat menyalurkan bantuan ternak, yang hilang bukan hanya tiga nyawa. Ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga, ada tugas pelayanan yang terputus, dan ada pertanyaan besar tentang keamanan pembangunan di wilayah konflik.

Menteri Pertanian memastikan program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua Pegunungan tetap berjalan.

“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegas Amran.

Negara Harus Hadir Melindungi Petugas

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan program swasembada pangan berjalan sampai ke wilayah yang membutuhkan.

Namun, keberlanjutan program tidak boleh hanya diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan atau target produksi yang tercapai.

Keselamatan petugas juga harus menjadi bagian dari keberhasilan pembangunan.

Para ASN Dinas Pertanian Jayawijaya berangkat membawa bantuan ternak. Mereka menjalankan tugas pelayanan publik, bukan operasi bersenjata.

Karena itu, negara perlu memastikan setiap petugas yang bekerja di lapangan mendapat perlindungan yang memadai, terutama di wilayah yang masih menghadapi ancaman kekerasan.

Amran meminta Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas penembakan tersebut dan memastikan keselamatan petugas lapangan di Papua.

Pembangunan pertanian membutuhkan jalan yang aman, masyarakat yang terlindungi, dan petugas yang dapat bekerja tanpa rasa takut.

Sebab, swasembada pangan bukan sekadar persoalan berapa ton hasil pertanian dipanen. Di dalamnya ada pengabdian manusia yang bekerja untuk memastikan rakyat tidak kekurangan pangan.

Dan tiga ASN pertanian Jayawijaya telah membayar mahal pengabdian itu dengan nyawa mereka. Redaksi

Share This Article
error: Content is protected !!