Jumhur Hidayat: Pemuda Jangan Hanya Jadi Penonton Perubahan

3 Min Read
Jumhur Hidayat dalam orasinya di hadapan kader KNPI dalam Youth Empowerment & Environmental Leadership Award dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam rangkaian HUT ke-53 KNPI.

Praktik korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan menggerus kepercayaan publik terhadap institusi negara,

JAKARTA, dmnetwork— Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton dalam perubahan yang tengah berlangsung di Indonesia. Menurut dia, pemuda harus mengambil bagian dalam mengawal kebijakan pemerintah sekaligus memastikan pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Jumhur setelah menerima Youth Empowerment & Environmental Leadership Award dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam rangkaian HUT ke-53 KNPI dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Jumhur mengatakan Presiden Prabowo Subianto tengah mendorong perubahan di sejumlah sektor, termasuk pemberantasan korupsi. Menurut dia, agenda tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat agar perubahan tidak hanya berlangsung di tingkat pemerintahan.

“Presiden Prabowo saat ini sedang melakukan revolusi di berbagai sektor, termasuk dalam pemberantasan korupsi. Saya berharap pemuda, khususnya KNPI, mendukung gerakan ini,” kata Jumhur dalam keterangannya, Minggu (30/8).

- Iklan -
Ad imageAd image

Ia mengatakan dukungan pemuda terhadap perubahan tidak harus dimaknai sebagai dukungan tanpa kritik. Sebaliknya, pemuda perlu menjadi kekuatan yang kritis sekaligus konstruktif untuk mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah.

“Pemuda harus ikut mengawal. Jangan sampai perubahan yang sedang dilakukan pemerintah hanya menjadi urusan pemerintah. Ini harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Bagi Jumhur, keterlibatan pemuda penting karena berbagai kebijakan pemerintah pada akhirnya akan menentukan masa depan generasi tersebut. Karena itu, pemuda perlu memiliki keberanian untuk terlibat sekaligus kemampuan memberikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Korupsi dan Kepercayaan Publik

Jumhur juga menempatkan pemberantasan korupsi sebagai salah satu agenda penting dalam perubahan pemerintahan. Ia menilai korupsi memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar kerugian terhadap keuangan negara.

“Praktik korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan menggerus kepercayaan publik terhadap institusi negara,” katanya.

- Iklan -
Ad image

Menurut dia, perang terhadap korupsi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah dan aparat penegak hukum memang memiliki peran utama, tetapi masyarakat harus ikut membangun lingkungan sosial yang menolak praktik korupsi.

Dalam konteks itu, organisasi kepemudaan dinilai memiliki ruang strategis untuk menanamkan budaya integritas sekaligus mengawasi jalannya pembangunan.

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menyatakan organisasinya siap mendukung semangat perubahan yang dijalankan Presiden Prabowo. KNPI, kata dia, akan mendorong energi pemuda agar diarahkan pada kegiatan produktif dan pembangunan nasional.

“Kami mendukung semangat revolusi yang dilakukan Presiden Prabowo,” ujar Haris.

Namun, Haris menegaskan dukungan tersebut tidak berarti pemuda harus kehilangan sikap kritis. Menurut dia, pemuda justru perlu memastikan program strategis pemerintah benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Pemuda harus menjadi kekuatan yang ikut memastikan program-program pembangunan memberikan manfaat bagi rakyat,” katanya.

Dengan demikian, penghargaan yang diterima Jumhur tidak hanya menjadi pengakuan atas kiprahnya dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan pemuda. Momentum itu juga membuka ruang bagi pemerintah dan organisasi kepemudaan untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal pembangunan dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. (Rist)

Share This Article
error: Content is protected !!