Dalam politik, kecepatan memang dapat menjadi kekuatan
DARMEDIANETWORK – Prabowo Subianto sedang memperlihatkan satu gaya politik yang berbeda: cepat mengambil keputusan dan tidak banyak memberi waktu kepada publik untuk menebak langkah berikutnya.
Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi salah satu kejutan awal. Belum selesai publik membaca dampaknya, perubahan di pucuk Polri menyusul. Kapolri baru kemudian bergerak cepat dengan merotasi sejumlah perwira tinggi dan 19 kapolda.
Belum selesai satu isu dibaca, muncul keputusan lain: pelantikan Dewan Pertimbangan Presiden, termasuk masuknya Rocky Gerung ke lingkar penasihat Presiden.
Rocky adalah bagian yang paling menarik. Selama ini ia dikenal sebagai pengkritik keras kekuasaan. Kini ia justru berada lebih dekat dengan pusat kekuasaan.
Apakah ini tanda Prabowo sedang merangkul kritik? Atau justru cara lain untuk mengendalikan jarak dengan kelompok yang selama ini berada di luar pemerintahan?
Belum ada jawaban pasti.
Namun dari rangkaian itu terlihat satu pola: Prabowo ingin memegang kendali atas tempo politik.
Ketika publik masih memperdebatkan satu keputusan, pemerintah sudah menjalankan keputusan berikutnya. Ketika pengamat baru menyusun prediksi, pejabat baru sudah dilantik. Ketika lawan politik menyusun narasi, struktur pemerintahan sudah berubah.
Dalam politik, kecepatan memang dapat menjadi kekuatan. Semakin lama sebuah keputusan diumumkan, semakin banyak ruang bagi pihak lain untuk melakukan konsolidasi dan membangun tekanan.
Tetapi kecepatan bukan ukuran keberhasilan pemerintahan.
Pergantian pejabat harus menghasilkan birokrasi yang lebih efektif. Perubahan di kepolisian harus memperkuat profesionalisme dan penegakan hukum. Penataan ekonomi harus memberi kepastian kepada pasar dan manfaat kepada masyarakat.
Karena itu, terlalu cepat menyebut semua langkah Prabowo sebagai “strategi tingkat dewa” juga tidak tepat.
Presiden tidak sedang bermain catur melawan satu lawan. Ia sedang mengelola negara dengan jutaan kepentingan yang berbeda.
Yang harus diuji bukan apakah Prabowo berhasil membuat lawan bingung.
Yang harus diuji adalah apakah negara menjadi lebih kuat.
Pada akhirnya, rakyat tidak terlalu peduli apakah langkah Presiden dapat ditebak atau tidak. Mereka ingin tahu hasilnya: harga pangan, pekerjaan, daya beli, pupuk, pelayanan publik, keamanan dan kepastian hukum.
Prabowo boleh bergerak cepat.
Ia boleh menyimpan sebagian kartunya.
Tetapi setiap kartu yang dimainkan harus dipertanggungjawabkan melalui hasil.
Politik kejutan mungkin membuat lawan sibuk menebak. Pemerintahan yang berhasil membuat rakyat merasakan manfaat. Di situlah strategi diuji. Redaksi