Saya sangat berterima kasih sekali kepada yayasan, terutama kepada Mas Ritam sebagai ketua yayasan atas bantuan ini
BANYUMAS, DARMEDIANETWORK – Yayasan Dharma Putra Banokeling memberikan bantuan berupa pompa air sumur dan perlengkapan pipa paralon kepada Bedogol Surapada (63), salah satu tokoh adat masyarakat Banokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/11/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan menunjang aktivitas sehari-hari Bedogol Surapada.
Ketua Yayasan Dharma Putra Banokeling, Ritam, mengatakan bantuan itu merupakan bagian dari kepedulian yayasan terhadap masyarakat adat, khususnya para Bedogol yang selama ini menjalankan tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur.
“Karena kami tinggal di lokasi adat, otomatis yayasan juga menjadi bagian dari masyarakat adat. Jadi bantuan ini juga wajar apabila para Bedogol yang tidak digaji atau mendapatkan santunan dari masyarakat atau pemerintah, mereka harus dibantu,” kata Ritam.
Menurut dia, perhatian kepada para tokoh adat tidak seharusnya hanya diberikan ketika berlangsung upacara atau kegiatan adat. Kebutuhan mereka dalam kehidupan sehari-hari juga perlu mendapatkan perhatian.
Ritam menambahkan, bantuan serupa akan diberikan kepada Bedogol lainnya dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing.
“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat. Bedogol yang lain nantinya juga akan mendapatkan hak yang sama sesuai kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Bedogol Surapada tidak mampu menyembunyikan rasa harunya ketika menerima bantuan tersebut. Bahkan, ia sempat meneteskan air mata karena merasa masih ada pihak yang memperhatikan kebutuhan para tokoh adat.
“Saya sangat berterima kasih sekali kepada yayasan, terutama kepada Mas Ritam sebagai ketua yayasan atas bantuan ini,” kata Surapada.
Bagian dari Menjaga Kehidupan Adat
Masyarakat adat Banokeling merupakan komunitas adat yang berpusat di Desa Pekuncen. Tradisi dan tata kehidupan masyarakatnya diwariskan secara turun-temurun dan masih dijalankan hingga sekarang.
Dalam struktur kelembagaan adat, terdapat seorang juru kunci dan lima kelompok Bedogol yang masing-masing memiliki anak putu atau anggota komunitas. Bedogol memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial, meneruskan nilai-nilai leluhur, serta membantu keberlangsungan berbagai tradisi adat.
Salah satu tradisi besar yang masih dipertahankan adalah Perlon Unggahan, yang setiap tahun mempertemukan ribuan anak putu Banokeling dari berbagai daerah, termasuk Banyumas dan Cilacap.
Keberadaan para Bedogol menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tradisi tersebut. Namun, tanggung jawab sosial dan budaya yang mereka jalankan tidak selalu diikuti dukungan ekonomi atau santunan secara rutin.
Di sisi lain, masyarakat adat Banokeling juga terus mengembangkan kegiatan pemberdayaan melalui Tani Merdeka Indonesia (TMI) Wilayah Khusus Masyarakat Adat Banokeling.
Organisasi tersebut menjadi salah satu wadah bagi masyarakat adat untuk mengembangkan sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kemandirian ekonomi warga.
Sejumlah kegiatan telah dikembangkan, antara lain penguatan lumbung pangan masyarakat, pemberdayaan petani, serta pengembangan program pertanian terpadu.
Kehadiran Yayasan Dharma Putra Banokeling dan Tani Merdeka Indonesia di lingkungan masyarakat adat diharapkan dapat saling melengkapi. Jika TMI bergerak dalam penguatan ekonomi dan ketahanan pangan petani, kepedulian yayasan terhadap kebutuhan sosial masyarakat menjadi bagian lain dari upaya memperkuat kehidupan komunitas adat.
Bantuan kepada Bedogol Surapada pun menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian adat bukan semata-mata mempertahankan ritual dan tradisi, melainkan juga memperhatikan orang-orang yang selama ini berada di garis depan dalam merawat warisan leluhur.***
Editor: Aris Munandar