Trump Buka Peluang Serangan Baru ke Iran, Teheran Peringatkan Kapal Perang AS

4 Min Read

belum ada konfirmasi bahwa Trump telah memerintahkan serangan baru terhadap Iran

JAKARTA, DARMEDIANETWORK – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan melancarkan serangan militer baru terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Teheran merespons dengan memperingatkan bahwa kapal perang AS yang mendekati wilayahnya dapat menghadapi serangan militer Iran.

Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (24/10/2026), Trump menyampaikan kemungkinan operasi militer lanjutan saat berpidato di Florida, Amerika Serikat. Ia menyebut militer AS mungkin kembali menjalankan operasi yang dinamai Epic Fury, merujuk pada kampanye serangan udara AS terhadap Iran sebelumnya.

Trump juga mempertimbangkan pilihan untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui blokade laut dan sanksi ekonomi atau kembali menggunakan kekuatan militer.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa opsi militer masih dipertimbangkan Washington. Namun, pernyataan itu belum berarti bahwa serangan baru telah diputuskan atau diperintahkan.

- Iklan -
Ad imageAd image

Iran peringatkan kapal perang AS

Di pihak Iran, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi memperingatkan bahwa Angkatan Laut AS tidak akan leluasa memasuki kembali perairan teritorial Iran maupun mendekati kawasan tersebut.

Pernyataan Abdollahi disiarkan media pemerintah Iran pada Sabtu pagi. Ia mengeklaim militer Iran memiliki kemampuan untuk menyerang kapal yang beroperasi di kawasan itu.

Abdollahi juga menyampaikan bahwa pasukan Iran siap membuat Amerika Serikat dan Israel terjebak dalam konflik berkepanjangan sebagai respons atas serangan terhadap Iran.

Meski demikian, ancaman tersebut merupakan pernyataan pihak Iran. Belum ada bukti dalam laporan yang dirujuk bahwa kapal perang AS telah ditenggelamkan dalam insiden terbaru.

Ketegangan di Selat Hormuz

Ketegangan AS-Iran turut berdampak pada keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

- Iklan -
Ad image

Menurut Al Jazeera, sejumlah kapal di sekitar Selat Hormuz dilaporkan mengalami serangan. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya juga mengklaim beberapa kapal tanker terkena serangan atau ranjau laut.

Klaim mengenai insiden kapal tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena tidak seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

Perkembangan itu meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi dunia. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak internasional sehingga gangguan pelayaran di kawasan tersebut dapat memengaruhi pasokan dan harga energi.

Al Jazeera melaporkan harga minyak mentah Brent sempat mencapai sekitar 117 dollar AS per barel, level tertinggi sejak April 2026. Meski demikian, pergerakan harga minyak juga dipengaruhi faktor pasokan, permintaan, dan kondisi ekonomi global.

Sejumlah negara dorong penyelesaian diplomatik

Di tengah meningkatnya risiko konflik, sejumlah negara menggelar pertemuan koordinasi di Istanbul, Turkiye, pada Jumat (23/10/2026).

Pertemuan itu melibatkan perwakilan Turkiye, Arab Saudi, Pakistan, Mesir, Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia. Amerika Serikat dan Iran tidak ikut serta dalam pertemuan tersebut.

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan memperingatkan bahwa serangan baru terhadap Iran dapat memperluas perang ke negara-negara lain di kawasan.

Para peserta juga membahas penyelesaian melalui jalur diplomatik dan pentingnya memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa kekhawatiran terhadap eskalasi militer berjalan beriringan dengan upaya diplomatik untuk mencegah konflik meluas.

Hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi bahwa Trump telah memerintahkan serangan baru terhadap Iran. Ancaman Teheran terhadap kapal perang AS juga belum dapat diartikan sebagai bukti bahwa kapal perang Amerika telah ditenggelamkan.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan Washington, respons Teheran, serta kemungkinan tercapainya kesepakatan diplomatik.***

Editor: Aris Munandar 

Sumber berita:

  1. Al Jazeera, 24 Oktober 2026, Iran says won’t allow US warships to get close as Trump ponders new attacks.
  2. Reuters, 24 Oktober 2026, Iran has ramped up efforts to target US personnel, intelligence memo warns.
  3. Tribunnews.com, Trump Isyaratkan Serangan Baru ke Iran, Teheran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS.
Share This Article
error: Content is protected !!