Bakom Sebut Acara di Istana Bogor Bukan Rapat Kabinet, Ini Penjelasannya

3 Min Read

Syahganda kemudian menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari agenda diplomatik Indonesia untuk menyambut delegasi Rusia.

BOGOR, DARMEDIANETWORK – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menjelaskan bahwa acara di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (16/10/2026) malam, bukan rapat kabinet, melainkan jamuan makan malam dan resepsi untuk Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia Denis Manturov.

Penjelasan tersebut disampaikan setelah muncul pemberitaan mengenai kehadiran sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Bogor pada Jumat malam.

Sebelumnya, ANTARA memberitakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran kabinet ke Istana Bogor. Keterangan awal dari sejumlah pejabat yang hadir memunculkan dugaan bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan agenda pemerintahan.

Namun, Syahganda kemudian menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari agenda diplomatik Indonesia untuk menyambut delegasi Rusia.

- Iklan -
Ad imageAd image

Dalam acara tersebut, sejumlah menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, serta pejabat TNI-Polri hadir bersama perwakilan pemerintah Rusia.

Acara juga diisi dengan jamuan makan malam, pertunjukan kebudayaan Indonesia, serta perkenalan anggota Kabinet Merah Putih kepada delegasi Rusia.

Presiden Prabowo turut menyampaikan sambutan mengenai hubungan Indonesia dan Rusia. Pembahasan tersebut, menurut keterangan Syahganda, mencakup hubungan historis kedua negara, perdagangan, dan transfer teknologi.

Isi Pertemuan Bilateral Belum Sepenuhnya Terungkap

Meski agenda acara telah dijelaskan oleh Kepala Bakom, sejumlah hal masih memerlukan keterangan lebih lanjut dari pihak Istana maupun pemerintah Rusia.

Pokok pembicaraan antara Prabowo dan Manturov, khususnya mengenai hasil pertemuan bilateral, belum sepenuhnya disampaikan kepada publik.

- Iklan -
Ad image

Karena itu, penjelasan bahwa acara tersebut bukan rapat kabinet perlu dipahami sesuai konteksnya, yakni sebagai klarifikasi mengenai agenda utama kegiatan di Istana Bogor.

Kehadiran sejumlah menteri dalam satu acara tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa berlangsung rapat kabinet formal. Sebaliknya, penjelasan mengenai jamuan kenegaraan juga tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa tidak ada pembicaraan lain di luar agenda tersebut.

Transparansi mengenai agenda resmi dan hasil pertemuan bilateral tetap diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai kegiatan Presiden.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan Bakom, acara di Istana Bogor pada Jumat malam merupakan jamuan diplomatik untuk menyambut Wakil PM Rusia Denis Manturov, bukan rapat kabinet sebagaimana sempat diberitakan sebelumnya. ***

Editor: Aris Munandar 

Share This Article
error: Content is protected !!