Ucapan Prabowo mengenai seorang letnan kolonel yang seolah-olah mengatur Presiden menjadi bagian yang menarik perhatian dalam peristiwa tersebut.
JAKARTA, DARMEDIANETWORK – Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Candaan tersebut muncul ketika Prabowo menyadari Teddy memberikan isyarat agar dirinya segera mengakhiri pidato yang telah berlangsung sekitar 35 hingga 40 menit.
Prabowo kemudian menirukan isyarat Teddy dan menyinggung pangkat militer sekretaris kabinet tersebut.
“Ini Pak Teddy, Seskab, kasih isyarat, ‘Cukup, Pak, cukup’. Letkol ngatur Presiden, gimana? Gue ini Presiden, Ted,” ujar Prabowo, sebagaimana diberitakan sejumlah media pada Kamis.
Ucapan tersebut disambut tawa para peserta yang hadir dalam acara tersebut. Prabowo kemudian mengakhiri pidatonya.
Berawal dari Isyarat Mengakhiri Pidato
Peristiwa itu terjadi menjelang akhir sambutan Prabowo dalam Rakornas TPAKD 2026. Sebelum melontarkan candaan, Presiden membahas pentingnya pemimpin menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan bahasa yang santun.
Namun, Prabowo juga menyinggung tantangan ketika pidato disampaikan dengan bahasa yang terlalu normatif. Menurut dia, penyampaian yang terlalu panjang dan monoton berisiko membuat pendengar mengantuk.
Di tengah situasi tersebut, Teddy memberikan isyarat agar Presiden segera menyelesaikan sambutannya. Prabowo menangkap isyarat itu dan menjadikannya bahan gurauan di hadapan para undangan.
Setelah menanggapi isyarat tersebut, Prabowo menutup sambutannya sekaligus meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan.
Tidak Ada Indikasi Perselisihan
Ucapan Prabowo mengenai seorang letnan kolonel yang seolah-olah mengatur Presiden menjadi bagian yang menarik perhatian dalam peristiwa tersebut.
Namun, berdasarkan pemberitaan yang tersedia, kejadian itu berlangsung dalam suasana santai dan disambut tawa peserta. Tidak ada keterangan yang menunjukkan bahwa keduanya terlibat perselisihan atau bahwa Teddy menegur Presiden secara keras.
Karena itu, peristiwa tersebut lebih tepat dipahami sebagai candaan Prabowo setelah menerima isyarat untuk mengakhiri pidato, bukan sebagai bukti adanya ketegangan antara Presiden dan sekretaris kabinetnya.
Peristiwa ini juga menunjukkan bagaimana interaksi singkat dalam acara resmi dapat menjadi perhatian publik ketika disampaikan melalui potongan video atau judul yang menonjolkan unsur humor. Redaksi
Sumber: Suara.com, IDN Times, dan NTVNews, 22 Oktober 2026.
Editor: Aris Munandar