Demokrat Kuasai Kongres AS, Pemerintahan Trump Hadapi Pengawasan Ketat

4 Min Read
Trump

Reuters melaporkan, Demokrat berencana menggunakan kewenangan Kongres untuk menyelidiki kebijakan pemerintahan Trump

WASHINGTON, DARMEDIANETWORK – Partai Demokrat berhasil merebut kendali Kongres Amerika Serikat setelah memenangkan pemilihan sela (midterm elections) yang digelar Selasa (3/11/2026). Kemenangan tersebut mengakhiri dominasi Partai Republik di dua kamar legislatif, yakni DPR dan Senat AS.

Hasil pemilu ini menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump. Selama dua tahun pertama masa jabatan keduanya, Trump menikmati dukungan mayoritas Partai Republik di Kongres. Kondisi tersebut kini berubah setelah Demokrat berhasil membalikkan peta kekuatan politik di Washington.

Associated Press (AP) dan Reuters melaporkan, Demokrat berhasil memenangkan sejumlah daerah yang selama puluhan tahun menjadi basis Partai Republik. Kemenangan itu antara lain terjadi di Texas, South Carolina, Kansas, Iowa, dan sejumlah negara bagian lainnya.

Di Texas, Demokrat bahkan berhasil merebut kursi Senat dan memenangkan pemilihan gubernur. Sementara di Kansas, kemenangan kandidat Demokrat mengakhiri dominasi panjang Partai Republik dalam pemilihan senator.

- Iklan -
Ad imageAd image

Hasil tersebut memperlihatkan perubahan signifikan dalam peta politik Amerika Serikat. Pemilu sela yang biasanya menjadi ajang evaluasi terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa kali ini menjadi sarana bagi pemilih untuk menyampaikan ketidakpuasan terhadap kebijakan Trump.

Agenda Trump Berpotensi Terganjal

Perubahan komposisi Kongres diperkirakan akan memengaruhi jalannya pemerintahan Trump selama dua tahun terakhir masa jabatannya.

Demokrat akan memiliki kendali atas agenda legislatif dan berbagai komite penting di DPR maupun Senat. Dengan posisi tersebut, mereka memiliki ruang lebih besar untuk mengawasi kebijakan pemerintah, memanggil pejabat, serta melakukan penyelidikan terhadap sejumlah persoalan pemerintahan.

Reuters melaporkan, Demokrat berencana menggunakan kewenangan Kongres untuk menyelidiki kebijakan pemerintahan Trump, termasuk persoalan keuangan keluarga presiden dan sejumlah keputusan politik pemerintahannya.

Kendati demikian, kemenangan Demokrat tidak serta-merta menghilangkan kewenangan presiden. Trump tetap memiliki hak veto terhadap rancangan undang-undang yang disahkan Kongres.

- Iklan -
Ad image

Selain itu, sejumlah kebijakan eksekutif, terutama yang berkaitan dengan hubungan luar negeri dan keamanan nasional, masih berada dalam kewenangan presiden sesuai ketentuan konstitusi AS.

Kongres baru hasil pemilu sela tersebut dijadwalkan mulai bekerja pada Januari 2027.

Biaya Hidup dan Perang Iran Jadi Persoalan

Sejumlah laporan media internasional menyebut persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan Demokrat.

Harga kebutuhan hidup, kekhawatiran terhadap inflasi, serta dampak perang dengan Iran menjadi perhatian pemilih Amerika.

Dalam laporan hasil jajak pendapat pemilih, banyak responden menyatakan ketidakpuasan terhadap arah pemerintahan. Sebagian besar juga menginginkan Kongres menjalankan fungsi pengawasan dan pembatasan kekuasaan presiden secara lebih kuat.

Trump sendiri mengakui perang dengan Iran dan kenaikan harga bahan bakar ikut merugikan Partai Republik dalam pemilu tersebut.

Namun, hasil pemilu tidak dapat disederhanakan sebagai penolakan terhadap seluruh kebijakan Trump. Perubahan pilihan pemilih juga dipengaruhi karakter kandidat, kondisi ekonomi lokal, serta persoalan politik di masing-masing negara bagian.

Keseimbangan Kekuasaan Berubah

Kemenangan Demokrat membuka babak baru politik Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya dalam periode pemerintahan Trump saat ini, Gedung Putih harus menghadapi Kongres yang dikuasai partai oposisi.

Situasi tersebut berpotensi melahirkan hubungan politik yang lebih kompetitif antara lembaga eksekutif dan legislatif.

Demokrat memiliki peluang memperkuat pengawasan terhadap pemerintahan, tetapi juga harus membuktikan bahwa kemenangan elektoral tersebut dapat menghasilkan kebijakan yang menjawab persoalan masyarakat.

Bagi Trump, tantangannya bukan hanya mempertahankan agenda pemerintahan, melainkan juga membangun kesepakatan dengan lawan politiknya.

Perubahan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pemilu sela dapat mengubah keseimbangan kekuasaan tanpa harus menunggu pemilihan presiden berikutnya.

Di Amerika Serikat, presiden tetap menjalankan pemerintahan, tetapi kekuatan politik di parlemen dapat berubah melalui suara pemilih.***

Editor: Aris Munandar 

Share This Article
error: Content is protected !!